Friday, November 10, 2017

Kenyataan Mengejutkan

Kenyataan Mengejutkan!

Bacaan   : 2 Raja-raja 6:24-7:20
Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja...." (2 Raja-raja 7:9)

Marcus, seorang tunawisma, mendatangi Abi's Cafe di Minnesota, US. Abi, pemilik kafe, menanyainya: "Mengapa kamu tidak bekerja? Kamu tahu kan, tak ada yang gratis?" Marcus mau bekerja, namun sebagai mantan napi kelas berat, tak seorang pun mau memercayainya, sebab ia sudah bersalah di masa lalu. Abi pun paham dan mempekerjakannya. Dengan semangat Marcus mencuci piring, membuang sampah, membersihkan kafe, dan tak pernah terlambat. Dari gaji pertamanya, Marcus membeli sandwich dari kafe dan membaginya dengan seorang wanita gelandangan. Abi mengajak orang-orang bersimpati serta memberi orang lain kesempatan kedua, demi kemanusiaan dan kebersamaan.

Ketika terjadi kelaparan dahsyat di Samaria, ibu kota Israel- karena dikepung Benhadad Raja Aram-kepala keledai dan kotoran merpati, menjadi makanan mahal (ay. 25). Bahkan, penduduk saling membantai anak mereka untuk dimakan (ay. 29). Terjadilah mukjizat: Tuhan mengacaukan tentara Aram. Mereka saling membunuh dan lari tunggang-langgang. Lalu empat orang kusta dari Israel memasuki kemah tentara Aram dan mendapati banyak makanan di sana. Karena merasa tak pantas menikmati makanan di tengah penduduk Samaria yang kelaparan, mereka masuk ke kota dan memberi tahu raja serta penduduk Samaria. Padahal, biasanya mereka diusir sebagai pendosa yang terkutuk.

Jangan tergesa memvonis seseorang yang bernasib buruk seumur hidupnya, tanpa memberi kesempatan. Sebab, Allah sanggup mengubah hati dan memakai hidup mereka menjadi berkat bagi orang lain. --SST

SEMUA ORANG TANPA KECUALI BERHAK MENDAPAT

KESEMPATAN KEDUA DARI ANUGERAH ALLAH.

Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

PUSH

P.U.S.H

Seorang pria bertemu Tuhan yang memberinya pekerjaan mendorong batu besar di depan pondoknya dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakannya setiap hari, sejak matahari terbit sampai terbenam. Ketika batu itu tak kunjung bergeser, dalam kelelahannya, ia merasa sedih dan sia-sia.

Ketika ia mulai putus asa, iblis pun mengacaukan pikirannya "Tugas itu sangat tak masuk akal. Engkau tak pernah dapat memindahkannya." Pikiran tersebut membuat laki-laki itu makin putus asa. "Lebih baik aku berhenti berusaha."
Namun, suara kecil di hati mengajaknya berdoa, membawa kesedihannya kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras melayaniMu dengan segenap kekuatanku. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa aku gagal, Tuhan?'"

Tuhan berkata dengan penuh kasih," Sahabatku, ketika Aku memintamu melayaniKu yang Kuminta adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu. Tak sekalipun Aku memintamu menggesernya. Tugasmu hanya mendorong. Dan kini kau datang padaKu, berpikir kau gagal. Benarkah? Lihatlah dirimu! Lenganmu kuat berotot, punggungmu tegap, dan kakimu menjadi kokoh. Kau bertumbuh dan kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski batu itu belum tergeser, panggilanmu adalah menuruti perkataanKu, terus mendorong, belajar setia dan percaya akan hikmatKu. Sahabatku, sekarang Aku yang akan memindahkan batu itu."

Kita cenderung memakai pikiran menganalisa keinginanNya. Sesungguhnya yang Tuhan inginkan adalah agar kita taat dan setia kepadaNya... Yaitu berlatih mendorong gunung masalah kita dan mengalami Tuhan dalam setiap dorongan  sampai Tuhan yang memindahkannya.

Ketika segalanya gagal.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika keluarga berseteru... lakukan P.U.S.H.
Ketika penyakit tak kunjung sembuh... lakukan P.U.S.H.
Ketika uang "lenyap" dan tagihan harus dibayar... lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens

Tetap Semangat...
Terus Bertumbuh...
Terus Belajar...
Gbu.

Dikirim oleh : Yuliana

Berubah

"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
1 Yohanes 2:17

Dalam Matius 24:6-7 Tuhan Yesus mengatakan: "Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat." Mengapa Yesus menubuatkan yang tidak baik tentang keadaan bumi? Padahal manusia menghendaki kehidupan yang bahagia, tenang, aman dan nyaman. Tetapi inilah yang harus terjadi, bumi sedang ada dalam masa-masa sukar.

Rasul Paulus juga mengatakan dalam 2 Timotius 3:1-2a; "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang." Tidak dapat dipungkiri, karena hasrat manusia yang berpusat pada kepentingannya sendiri, maka kejahatan manusia pun semakin bertambah banyak. Demi uang manusia akan melakukan berbagai hal tanpa mempedulikan bahwa yang dilakukannya dapat merugikan orang lain, bahkan banyak tragedi pembunuhan yang disebabkan perebutan harta dan kekuasaan. Mereka juga banyak yang menukar imannya hanya untuk mendapatkan kenyamanan hidup.

Lalu bagaimana seharusnya sikap kita sebagai anak-anak Tuhan dalam menghadapi masa-masa sukar seperti ini? Tuhan tidak pernah berjanji akan menghindarkan kita dari masalah dan kesukaran, tetapi ia berjanji memberikan kekuatan supaya kita dapat menghadapinya. Oleh sebab itu, "hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya." (Efesus 6:10).

Tuhan menghendaki supaya tidak ada seorangpun binasa, maka "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu." (1 Yohanes 2:15). Sebab mengasihi dunia dan segala isinya akan membawa kepada kebinasaan, oleh karena itulah Tuhan tidak tertarik untuk membenahi dunia yang sudah rusak ini, walaupun Ia sanggup melakukannya, tetapi Ia lebih tertarik untuk membenahi karakter kita yang sudah rusak, karena Ia menghendaki supaya kita menjadi sempurna.

Perubahan karakter agar kita menjadi sempurna seperti Dia, tidak dapat terjadi secara instan. Tetapi harus dilatih melalui segala peristiwa hidup yang akan membawa kita semakin mengenal Tuhan dan kehendakNya. Sehingga apapun kesukaran hidup yang kita alami, tidak akan menggoyahkan iman kita kepada Tuhan, bahkan kita dapat katakan dari lubuk hati kita yang terdalam: "Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya." (Mazmur 73:25-26).

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai, Bekasi

Apa Yang Anda Cari

Bacaan: Markus 14:1-9
Datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya (Markus 14:3)

"Berhenti! Ada sepasang sepatu yang bagus! Pelan-pelan, Anda baru saja melindas sebuah martil! Lihatlah jaket di parit itu!" Ini adalah seruan-seruan dari seorang penumpang kepada si pengemudi, saat mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan kira-kira 112 km per jam. Setelah beberapa jam mendengarkan komentar-komentar yang serupa, akhirnya si pengemudi menyimpulkan dua hal:

Kehidupan si penumpang banyak diwarnai dengan hal-hal yang ia temukan di tepi jalan.

Kita semua melihat apa yang kita cari. Saat kita menjalani hidup, fokus pandangan kita mengungkapkan keinginan hati kita.

Pada minggu terakhir sebelum Yesus disalibkan, para imam kepala dan ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh-Nya (Markus 14:1).Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus (ayat 11). Seorang wanita, yang kita kenal sebagai Maria dari Betania, berupaya menunjukkan kasihnya kepada Allah (Yohanes 12:1-3). Dan mereka semua mendapatkan kesempatan-kesempatan yang mereka cari.

Bacaan Alkitab hari ini mengajak kita untuk memusatkan perhatian kepada Kristus dan kerinduan-Nya yang terdalam yang menyebabkan Dia mati karena dosa-dosa kita. Seperti Maria, semoga kita memiliki hati yang selalu mencari kesempatan untuk berkata kepada Juruselamat kita, "Aku mengasihi Engkau" --David McCasland

KITA DAPAT MENGASIHI YESUS SANGAT SEDIKIT
TETAPI TIDAK PERNAH MENGASIHINYA TERLALU BANYAK

Sumber : Pdt Bambang Soebowo, GBI Eben Haezer - Jl. K.H.Wahid Hasyim no.67 - Jakarta Pusat

Sehat

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak  bercacat pada kedatangan  Yesus Kristus, Tuhan kita. ( 1 Tes 5: 23)

Health does not always come from medicine. Most of the time it comes from peace of mind, peace in the heart, peace of the soul. It comes from laughter and love. ( Kesehatan tidak selalu datang dari obat tetapi sebagian besar datang dari damai di pikiran, damai di hati, damai di jiwa yang datang dari sukacita dan kasih.)

Akhir- akhir ini banyak orang yang sakit tidak hanya tubuhnya tetapi jiwanya. Tubuh sakit bisa disembuhkan dengan obat tetapi jiwa yang sakit tidak dapat disembuhkan hanya dengan obat. Hati yang tenang bersandar kepada Tuhan, damai di pikiran, hati dan jiwa akan menyehatkan tubuh. Resep obat jiwa yang sakit adalah firman Tuhan. Apa yang Tuhan firmankan adalah pedoman yang bukan hanya sekedar tahu sebagai pengetahuan tetapi direnungkan dan dilakukan. Jika itu yang kita lakukan maka kita akan sehat tubuh , jiwa dan roh. Ada ayat yang menunjang :

- " Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!  " (Yer 17:7)

- " Hati yang gembira membuat muka berseri- seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. ( Ams 15:13)

- " Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. ( Ams 17: 22)

- Bersukacitalah  dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! ( Rm 12: 12)

- Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. ( Ibr 12: 14)

Mari kita hidup di dalam sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan yang membuat tubuh , jiwa dan roh kita sehat sempurna. Pilihan ada di tangan kita masing- masing. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Rina Adhisurya

Doa = Sebuah Percakapan

"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
(Matius 21:22).

Doa adalah percakapan dua arah ; ini adalah saat kita berbicara pada Tuhan tapi juga saat Tuhan berbicara pada kita. Jadi jangan hanya kita yang  berbicara terus.

Sebagai orang Kristen, anda mempunyai Bapa surgawi yg mendengar dan menjawab doa kita.
Yesus berkata , "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Setiap pria maupun wanita yg hidupnya diarahkan bagi Tuhan dan kerajaanNya tentulah dia seorang pendoa.

Anda tak boleh begitu sibuknya  sampai tak bisa berdoa.  Orang Kristen tanpa  doa adalah Orang Kristen yg lemah tak punya kekuatan.. ( Prayerless Christian is powerless Christian )

Yesus sendiri memakai banyak waktuNya untuk berdoa. Sesekali Dia berdoa di bukit yg sunyi bersekutu dengan BapaNya di surga.
Kalau Yesus saja merasa bahwa Dia perlu banyak berdoa, apalagi kita yg lemah ini harus berdoa lebih banyak.

Doa :
Ya Bapa,  ada sukacita yg tak terungkapkan saat aku boleh datang padamu Tuhanku, Bapa Surgawiku.

Dari HOPE FOR EACH DAY
by Billy Graham.

Saturday, October 28, 2017

Jadilah Kudus

"Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." 1 Petrus 1:16

Ada satu tuntutan yang tidak dapat ditawar dalam kehidupan orang percaya yaitu hidup kudus. Sejujurnya kita katakan, di zaman modern ini sepertinya kekudusan adalah sesuatu yang sangat sulit. Banyak yang mengaku sebagai anak-anak Tuhan, sudah melayani pekerjaan Tuhan, bahkan yang sudah menjadi hamba Tuhan sekalipun, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh menjaga kekudusan hidupnya. Maka pada saatnya nanti Allah akan berkata kepada mereka: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23).

Mari perhatikan apa yang firman Tuhan katakan: "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 
tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu," (1 Petrus 1:14-15). Jadi kehendak Tuhan atas hidup kita adalah menjadi kudus dalam seluruh kehidupan kita, baik dalam setiap perkataan, sikap, pikiran, perasaan dan perbuatan kita.

Oleh sebab itu Tuhan memerintahkan umatNya untuk keluar dan memisahkan diri dari kehidupan dunia yang serba gemerlap, yang tidak membawa kepada ketaatan akan Tuhan dan yang memberikan kepuasan yang palsu. 2 Korintus 6:17 katakan: "Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu."

Dan kita patut bersyukur karena ada kasih dan kemurahan Tuhan yang memberikan kepada kita waktu dan kesempatan untuk kita memisahkan diri dan keluar dari kehidupan yang gelap itu, karena Ia menginginkan kita selamat di dalam Dia. Namun jangan sekali-kali kita meremehkan dan bermain-main dengan kasih dan kemurahanNya, sekalipun Allah itu panjang sabar dan murah hati, tetapi bukan berarti kemurahanNya dan kesabaranNya itu tidak ada batas waktunya.

Perlu kita ingat bahwa Allah tidak pernah berkompromi dengan dosa, setiap kesalahan dan pelanggaran akan mendapat hukuman! Nahum 1:3 mengatakan: "TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah." (Nahum 1:3a). Itu sebabnya Ia memerintahkan kepada kita, "kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan." (Ibrani 12:14b)

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai, Bekasi

Dapur Kesengsaraan

"Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan."
Yesaya 48:10

Untuk mendapatkan hidup yang baru di dalam Kristus, setiap orang harus dimurnikan. Tidak semua orang yang mengaku pengikut Kristus sudah hidup baru, sebab banyak sekali orang Kristen yang hidupnya belum mencerminkan karakter Kristus. Di dalam Alkitab, kita banyak menemui kata "api", tetapi api di sini jelas bukan dalam arti yang harafiah, tetapi Allah menggunakan api sebagai alat untuk memurnikan, seperti dalam Maleakhi 3:2 dikatakan: "sebab Ia seperti api tukang pemurni logam". Dia memang menginginkan agar kehidupan kita dimurnikan menjadi serupa denganNya. 

Jika kita belum masuk dapur ujian untuk dimurnikan, maka jelas sekali kita masih tetap memiliki sifat lama yang masih menguasai kehidupan kita, yaitu congkak, iri, dendam, tidak memiliki kasih, dsb. Sebaliknya bagi setiap orang yang sudah dimurnikan, hidupnya jelas berbeda dengan kehidupannya yang lama, sehingga dengan demikian hatinya yang semula congkak dan jauh dari Tuhan, akan belajar untuk merendahkan diri di hadapanNya untuk melihat pertolonganNya dan menyadari bahwa sesungguhnya ia benar-benar benar memerlukan Tuhan dalam hidupnya.

Daud sendiri mengakui bahwa pemurnian itu sangat berguna bagi dirinya, ia katakan: "Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu." ( Mazmur 119:67). Dan dalam Ibrani 12:11 juga menegaskan: "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya." 

Dengan demikian kita mengerti bahwa Tuhan mengijinkan kita melewati proses pemurnian, bukan karena Dia tidak mengasihi kita, justru sebaliknya, Dia menginginkan supaya kita yang dikasihiNya memiliki kualitas keKristenan yang benar, dan memiliki dasar iman yang teguh dan tak tergoyahkan meskipun harus melewati berbagai macam cobaan. Karena hanya mereka yang memiliki kualitas rohani yang kuat yang akan sanggup melewati tantangan hidup, dan berkemenangan.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai, Bekasi

Tanpa Kesalahan

Bacaan: Wahyu 20:11-15
Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan (Wahyu 3:5)

Nama David F. Kies tercantum dalam daftar veteran Vietnam pada tugu peringatan di Washington D.C. Sebuah berlian kecil tertempel di samping namanya. Hal itu menunjukkan bahwa ia mati dalam pertempuran. Namun, ini merupakan suatu kesalahan karena Kies sebenarnya masih hidup. Ia tinggal di Wisconsin dengan istri dan kelima anaknya.

David F. Kies memang berperang di Vietnam dan mengalami luka yang sangat serius sewaktu bertempur di dekat Saigon. Sewaktu ia dan rekannya sedang menjalankan tugas jaga malam, mereka menginjak sebuah ranjau. Sahabatnya meninggal seketika; sementara Kies kehilangan kedua kakinya tetapi tetap hidup. Karena terjadi kesalahan dalam laporan tertulis, ia disebutkan telah meninggal.

Kesalahan-kesalahan seperti itu dapat terjadi dalam dokumen militer. Namun, dalam dokumen yang paling penting yakni, Kitab Kehidupan Anak Domba (Wahyu 21:27), tidak ada kesalahan. Nama-nama orang yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat ditulis dalam kitab itu, dan mereka terjamin selamanya (Yohanes 10:28, Wahyu 3:5). Bagaimanapun juga, ada sisi lain dari fakta yang menenangkan ini. Pada saatnya nanti setiap orang yang namanya tidak tercantum dalam Kitab Kehidupan akan "dilemparkan ke dalam lautan api itu" (Wahyu 20:15).

Sudahkah nama Anda tercantum dalam Kitab Kehidupan Anak Domba? Sudahkah Anda mempercayai Yesus? Jika sudah, Anda boleh yakin bahwa Anda tidak akan dihukum. Allah tidak pernah membuat kesalahan --Dave Egner


KESELAMATAN KITA TERJAMIN KARENA FIRMAN ALLAH ITU PASTI

Sumber : Pdt Bambang Soebowo, GBI Eben Haezer - Jl. K.H.Wahid Hasyim no.67 - Jakarta Pusat

Surat Kepada Tuhan

Bacaan: Mazmur 65:1-9
Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup (Mazmur 65:3)

Setiap tahun, ribuan surat yang ditujukan kepada Allah tiba di sebuah kantor pos di Yerusalem. Salah satu surat, yang ditujukan kepada "Allah Israel", memohon bantuan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pengemudi buldoser. Surat lainnya mengatakan: "Tolonglah saya untuk meraih kebahagiaan, mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan, dan istri yang baik -- segera." Seorang pria memohon pengampunan karena mencuri uang dari sebuah supermarket saat ia masih kanak-kanak.

Namun, apakah semua permohonan yang tulus itu didengar oleh Allah? Pemazmur mengatakan bahwa Allah mendengarkan doa (Mazmur 65:3). Entah kita berdoa dalam hati, bersuara keras, atau menulisnya di atas kertas, semua didengar langsung oleh Allah. Namun, Dia tidak menjawab setiap permohonan seperti yang kita inginkan. Permohonan kita mungkin hanya untuk mencapai kepuasan diri (Yakobus 4:3), atau ada dosa yang menghalangi persekutuan kita dengan Dia (Mazmur 66:18).

Tuhan tidak hanya sekadar memberikan apa yang kita inginkan. Tetapi Tuhan mengetahui kebutuhan kita yang terdalam, dan Dia ingin agar kita menemukan sukacita dari kehadiran-Nya setiap hari. Karena iman kita di dalam Kristus, doa dapat menjadi alat untuk bersekutu dengan Allah, bukan sekadar daftar hal-hal yang kita inginkan dari-Nya.

Di dalam hikmat-Nya, Allah mendengar semua doa kita. Di dalam kasih karunia-Nya, Dia menawarkan pengampunan untuk segala dosa kita. Di dalam kasih-Nya, Dia memberikan kita hidup yang kekal dan berkelimpahan melalui Anak-Nya --David McCasland


ALLAH MENDENGAR LEBIH DARI SEKADAR KATA-KATA KITA
DIA MENDENGARKAN HATI KITA

Sumber : Pdt Bambang Soebowo, GBI Eben Haezer - Jl. K.H.Wahid Hasyim no.67 - Jakarta Pusat

Damai

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota- anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (1 Kor 12: 12-13)

Tubuh kita terdiri dari mata, hidung, telinga, tangan, jari- jari tangan, kaki, jari- jari kaki. Semua mempunyai fungsi dan bekerja dengan fungsinya masing- masing. Tidak ada permusuhan antara mata yang letaknya di atas dengan tangan yang letaknya lebih rendah. Tidak ada tangan yang marah kepada mata dan memukul mata. Tidak ada kaki menginjak tangan. Semua bekerja sesuai kegunaannya masing- masing di dalam satu tubuh. Mereka tidak mendahului tetapi bekerja sama untuk kelangsungan hidup kita. Mereka harmonis dan bekerja satu kesatuan dalam tubuh kita.

Di dalam Kristus kita adalah satu tubuh tidak memandang perbedaan bangsa, kepintaran, kekayaan dll. Masing- masing orang diberi talenta oleh Tuhan untuk menggenapi panggilan hidupnya. Semua bekerja untuk kemuliaan Tuhan. 

" Kami minta kepadamu, saudara- saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu ; dan supaya kamu sungguh- sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. " (1 Tes 5: 12-13) 

Mari hiduplah setiap hari berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan semua orang. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Rina Adhisurya

Berbahagia Dan Berhasil

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. ( Mzm 1: 1-2)

Ibaratnya kita membeli sebuah tanaman buah yang masih kecil di pot maka ada aturan yang diberikan penjual untuk memelihara tanaman itu sehingga menjadi subur, besar dan berbuah- buah. Ada persyaratan yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik. Tugas kita hanya mau atau tidak menaati persyaratannya itu supaya tanaman menjadi besar, subur dan berbuah- buah.

Ada persyaratan janji Tuhan jika kita mau berbahagia dan apa saja yang diperbuat kita berhasil . Jika syarat itu dilakukan maka janji Tuhan pasti digenapi. Banyak orang melakukan kehendaknya dengan kekuatan sendiri dan bersusah payah untuk mendapatkan hasilnya. Hal ini bertentangan dengan cara Tuhan untuk membuat kita berhasil. Cara kita mungkin sulit dan berliku tetapi cara Tuhan mudah dan sederhana yaitu dengan tidak berdiri di jalan orang berdosa, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh dan kesukaannya merenungkan firman Tuhan.

Bukan bisa atau tidak bisa melainkan mau atau tidak mau kita melakukan persyaratan untuk berbahagia dan berhasil . Semua keputusan kembali kepada kita masing- masing.  Kita melakukan kehidupan sebagai orang benar maka Tuhan akan mengatur langkah kita sehingga kita memperoleh keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Rina Adhisurya

Tuesday, October 24, 2017

Pikiran Tuhan

"Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh."
Roma 1:21-22

Suatu ketika Yesus menyatakan kepada murid-muridNya, bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung penderitaan di sana, Ia akan dibunuh dan bangkit pada hari yang ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Matius 16:21-23). Walaupun Petrus telah berjalan bersama dengan Yesus selama tiga setengah tahun lamanya, namun tidak serta merta ia mengenal pikiran dan rencana Tuhan.

Demikian juga dengan kita, yang mungkin selama ini telah melayani Tuhan, belum tentu kita mengenal pikiran Tuhan. Mengapa demikian? Mungkin karena pikiran manusiawi kita memang telah dipenuhi hal-hal yang sifatnya duniawi, sehingga kita tidak dapat mengerti pikiran Tuhan yang tak terbatas. Itu sebabnya Filipi 2:5 katakan: "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." Dan ayat ini menyadarkan kita bahwa kita dapat dan seharusnya menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Yesus, karena sesungguhnya setiap kita terpanggil untuk menjadi serupa dengan Yesus, yang adalah gambaran yang sempurna. Sebab itu Yesus perintahkan dalam Matius 5:48; "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Saat-saat ini mungkin banyak dari kita yang merasa telah beribadah dan melayani Tuhan, namun tidak hidup sebagaimana Yesus hidup, seperti yang dikatakan ayat mas di atas, "sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap." Betapa mengerikannya jika hal ini benar-benar terjadi pada kita. Oleh sebab itu, kita harus mengarahkan pikiran seperti yang dikatakan dalam Kolose 3:2; "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."

Jika kita memusatkan pikiran kita pada hal-hal yang sifatnya duniawi, tentang keindahan dan kenikmatan dunia ini, maka itu akan menjadi seperti ilah zaman ini, yang membutakan mata kita. Hal ini tentunya membuat kita tidak mampu melihat rancangan Allah yang sempurna atas hidup kita. Allah punya rencana yang indah bagi kita, dan Yesus telah menggenapi rencana-Nya, sekalipun harus dilalui dengan penderitaan, bahkan kematian. Jangan takut jika Tuhan mengizinkan kita melewati penderitaan! Miliki pengenalan akan Allah yang lebih dalam! Sebab semuanya itu adalah proses yang harus kita lalui, supaya kita menjadi pribadi yang luar biasa di dalam Tuhan dan semakin menjadi serupa dan sempurna seperti Tuhan Yesus.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai, Bekasi

Mengikut Tuhan

Semua orang yang telah melihat kemuliaan- Ku  dan tanda- tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara- Ku, pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya. Tetapi hamba- Ku Kaleb , karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. (Bil 14 :22-24)

Tuhan marah kepada bangsa Israel yang mencobai- Nya hingga 10 kali . Tuhan memaafkan kesalahan mereka tetapi tidak mengijinkan mereka masuk ke tanah perjanjian sedangkan Kaleb diijinkan karena ia mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Keturunan Kaleb pun diberkati Tuhan.

Orang yang mengikut Tuhan dengan pertobatan ' Tomat' alias tobat - kumat, tobat- kumat maka tidak akan maju kerohaniannya. Pada saat kumat ia mencobai Tuhan dan pada saat tobat ia meminta ampun kepada Tuhan. Ia seperti lari di tempat tidak maju- maju. Orang seperti ini tidak mendapati janji- janji Tuhan. Dosanya diampuni tetapi konsekwensi akibat dosanya akan ditanggung sampai generasi berikutnya. Beda dengan orang yang hidupnya di dalam kebenaran  maka kerohaniannya maju dan ia bisa menikmati janji- janji Tuhan juga sampai kepada generasi berikutnya. 

" Tuhan itu berpanjangan sabar dan kasih setia- Nya berlimpah- limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali- kali tidak membebaskan  orang yang bersalah dari hukuman , bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak- anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. ( Bil 14: 18)

Mari kita mengikut Tuhan di dalam segala hal baik suka maupun duka. Ia akan menyertai kita senantiasa dengan janji- janji- Nya.  Mengikut Tuhan grafiknya bukan maju mundur , maju mundur tetapi semakin hari semakin tinggi grafiknya sampai ditinggikan Tuhan. God bless you all the best!

Sumber : Rina Adhisurya

Bekerja di Ladang Tuhan

Yesus mendekati mereka  dan berkata :" Kepada- Ku telah diberikan segala  juasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid- Ku dan baptislah mereka  dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah , Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." ( Mat 28: 18-20)

Amanat agung Tuhan Yesus kita sudah tahu yaitu menjadi saksi- Nya. Tidak mudah dan pasti ada rintangannya tetapi Tuhan pasti menyertai kita. Apa yang Tuhan taruh menjadi talenta kita maka itulah yang kita pakai untuk menjadi kesaksian hidup bagi orang lain yang belum mengenal Tuhan yang dahsyat dan luar biasa.

Talenta kita bisa saja nanti Tuhan pakai untuk menjadi penabur atau penuai dan Tuhan yang memelihara pertumbuhannya. Terserah Tuhan kita dipakai menjadi alat- Nya dimana  dan yang pasti Tuhan memberi upah .

" Tetapi Aku berkata kepadamu : Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang- ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama- sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa :" Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai  apa yang tidak kamu usahakan : orang - orang lain  berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka. ( Yoh 4: 35b-38)

Mari bekerja di ladang Tuhan dengan semangat yang menyala- nyala. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Rina Adhisurya

Menjadi Alat-Nya

Sampailah mereka ke Mara , tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. Lalu bersungut- sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka : " Apakah yang akan kami minum? Musa berseru- seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu ; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air ; lalu air itu menjadi manis. ( Kel 15-23-25 a)

Bangsa Israel bersungut- sungut ketika tiba di mata air Mara yang pahit. Mereka tidak seharusnya bersungut- sungut ketika mendapat masalah tetapi berdoa kepada Tuhan. Walaupun mereka bersungut- sungut tetapi Tuhan tetap menolong mereka melalui sepotong kayu yang dilemparkan Musa maka mata air itu menjadi manis. Sepotong kayu yang kelihatan tidak ada kegunaannya tetapi bisa dipakai Tuhan untuk memberkati air pahit menjadi manis sehingga seluruh bangsa mendapat air .

Ada hal menarik di atas yang kita bisa ambil hikmahnya : 
- Jika kita mengalami masalah janganlah mengeluh, menggerutu tetapi berdoalah kepada Tuhan meminta pertolongan- Nya.  " Mintalah, maka akan diberikan kepadamu ; carilah , maka kamu akan mendapat ; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. " ( May 7: 7-8)

 - Jika kita sekarang merasa seperti ' sepotong kayu' yang tidak berarti apa- apa janganlah kecil hati. Tuhan tidak memakai alat yang besar untuk melakukan perkara besar. Untuk mengalahkan Goliat saja Tuhan memakai alat umban dan batu. Tuhan memakai hal- hal kecil untuk melakukan suatu perkara besar. Mintalah kepada Tuhan untuk dipakai menjadi alat- Nya. Semua orang bisa dipakai menjadi alat-Nya jika hati kita mau untuk melayani- Nya. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk hal apa saja demi kemuliaan nama- Nya.  "Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid- Ku , Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." ( Mat 10: 42)

Berbahagialah jika kita dipakai menjadi alat- Nya untuk kemuliaan namaNya. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Rina Adhisurya

Monday, October 23, 2017

Tak Pernah Sendirian

Bacaan: Yohanes 14:15-21
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu (Yohanes 14:18)

Kehadiran Yesus saat ini masih dapat kita rasakan, sama seperti saat Dia hidup di atas muka bumi. Walaupun Dia tidak ada di antara kita secara fisik, tetapi melalui Roh Kudus Dia dapat hadir di sini dan di mana saja -- kehadiran yang hidup dan terus-menerus -- di luar dan di dalam diri kita.

Hal ini mungkin merupakan pemikiran yang menakutkan bagi sebagian orang. Mungkin Anda tidak menyukai diri Anda sendiri, atau terlalu memikirkan hal-hal buruk yang pernah Anda lakukan. Kegelisahan dan dosa dapat menimbulkan rasa takut, kaku, dan canggung akan kehadiran Yesus. Namun, pikirkanlah apa yang Anda ketahui tentang Dia.

Tak peduli siapa Anda atau apa yang telah Anda lakukan, Dia mengasihi Anda (Roma 5:8; 1 Yohanes 4:7-11). Dia tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan Anda (Yohanes 14:18; Ibrani 13:5). Orang lain mungkin tidak terlalu memperdulikan Anda ataupun mengundang Anda untuk menghabiskan waktu bersama, namun Yesus tidak demikian (Matius 11:28). Orang lain mungkin tidak menyukai penampilan Anda, namun Dia melihat hati Anda (1 Samuel 16:7; Lukas 24:38). Orang lain mungkin menganggap Anda merepotkan karena Anda sudah tua dan menyulitkan, namun Dia akan mengasihi Anda selama-lamanya (Roma 8:35-39).

Yesus mengasihi Anda sekalipun orang lain memalingkan wajah mereka dari Anda. Dia ingin mengubah Anda menjadi seperti Dia, namun Dia juga mengasihi Anda sebagaimana adanya dan tidak akan pernah meninggalkan Anda. Anda adalah anggota keluarga-Nya; Anda tak akan pernah sendirian --David Roper

JIKA ANDA MENGENAL YESUS
ANDA TIDAK AKAN PERNAH BERJALAN SENDIRIAN

Sumber : Pdt Bambang Soebowo, GBI Eben Haezer - Jl. K.H.Wahid Hasyim no.67 - Jakarta Pusat

Lemah Tapi Bijaksana

Bacaan: Mazmur 62
Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu (Amsal 30:26)

Para ahli teologi mengalami kesulitan mengidentifikasi "pelanduk" yang disebut dalam Amsal 30:26. Banyak orang percaya binatang ini sama dengan hyrax [sejenis kelinci kecil yang biasa terdapat di Asia dan Afrika]. Jika demikian, maka Tuhan meminta kita agar memperhatikan makhluk kecil yang tidak biasa ditemui ini.

Hyrax ini kira-kira seukuran marmut tetapi tidak memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang lain yang telah kita kenal. Binatang ini seperti hewan pengerat dan digolongkan sebagai "kelinci bukit batu." Musuh-musuhnya adalah ular, rajawali, elang, macan tutul, anjing, dan binatang-binatang pemangsa kecil lain seperti musang.

Lalu bagaimanakah kawan kecil kita ini mempertahankan hidupnya? Jawabannya sederhana, ia membuat rumahnya dalam lubang-lubang atau celah-celah bukit batu, yang biasa terdapat di sepanjang sisi jurang yang terjal.

Kita memiliki banyak kemiripan dengan hyrax. Kita rentan terhadap banyak bahaya. Penyakit, depresi, godaan, perang, kecelakaan, dan keterasingan mengancam kita terus-menerus. Andai saja kita dapat menemukan cara untuk bertahan hidup seperti makhluk kecil ini! Ya, kita dapat. Kita juga punya Batu Karang untuk bersembunyi, yakni Tuhan Allah sendiri (Mazmur 62:2). Percaya kepada-Nya tidak membebaskan kita dari kesulitan-kesulitan hidup, tetapi sungguh-sungguh dapat melindungi jiwa kita.

Lemah tidak berarti buruk jika kita cukup bijak mencari perlindungan dalam Tuhan --Mart De Haan II

ANDA TERJEPIT DI ANTARA BATU KARANG DAN TEMPAT YANG KERAS?
CARILAH PERLINDUNGAN DALAM GUNUNG BATU YANG KEKAL

Sumber : Pdt Bambang Soebowo, GBI Eben Haezer - Jl. K.H.Wahid Hasyim no.67 - Jakarta Pusat

Jadilah Pelita

"Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya".  Lukas 8 : 16

Dear  my Friends, 
Setiap dari kita sebagai pengikut Kristus, terpanggil untuk menjadi PELITA.  
Artinya, menjadi saksi melalui hidup kita, agar orang lain bisa melihat  kasih dan anugerah Tuhan. 
Pelita yang dimaksud bukan membicarakan besarnya nyalanya api itu, tetapi membicarakan tentang PELITA yang menerangi.

Pelita menerangi kegelapan. 
Dunia ini dikuasai kegelapan, banyak orang tersesat, langkahnya jahat, langkah menuju ke neraka dan dunia tidak menyadarinya.  Karena itu kita sebagai pengikut Kristus dipanggil untuk menjadi terang.

Pelita itu berfungsi menghangatkan.  
Pelita di manapun selalu membawa kehangatan dan ketenteraman bagi sekelilingnya sehingga dunia yang sudah menjadi dingin, hilang damainya, dapat merasakan kehangatan dengan hadirnya pelita-pelita Kristus ini.

Pelita di pegang orang untuk mencari sesuatu yang tersembunyi.
Dunia sudah kehilangan damai sejahtera, sukacita, kebahagiaan sejati. Perlu Pelita Kristus untuk bisa menemukan kembali apa yang sudah hilang. Sehingga melalui kita banyak orang dipulihkan. Dari kehancuran rumah tangga, keretakan dan sakit hati.

Jadilah PELITA bagi keluargamu, dan orang-orang di sekelilingmu.
Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Perubahan

"Kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya".  (2 Korintus 3: 18)

Dear  my Friends, 

Alangkah pentingnya menyediakan waktu merenungkan firman Allah agar kita dapat menjadi serupa dengan pribadi Kristus.
Saat membaca tentang dampak kasih Yesus yang tak bersyarat bagi kita, saya pun tergerak untuk mengasihi sesama tanpa syarat.

Saya pun menjadi pribadi yang lebih bersyukur ketika menyadari bahwa meskipun hidup saya bobrok dan memalukan, jalan-jalan-Nya yang ajaib dan hikmat-Nya yang tak tertandingi telah memotivasi dan mengubah diri saya. 
Rasanya sulit merasa puas dengan keberadaan diri saya sekarang ketika dalam hadirat-Nya saya didorong untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya.

Rasul Paulus mendorong kita untuk menikmati sukacita ketika memandang Kristus. 
Ketika melakukan hal itu, kita akan "diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar". 

Perubahan pasti terjadi ketika kita hidup selalu dekat dengan Tuhan.

Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Janji Tuhan Adalah Kabar Baik

"Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi".
(Keluaran 19 : 5)

Dear  my Friends, 

Apa yang membuat kita menjadi bernilai di hadapan Tuhan adalah ketaatan akan firman Tuhan. Kuncinya adalah kita percaya, taat dan lakukan firman Tuhan dengan gembira !

Citra hidup yang penuh sukacita. Orang lain yang melihat kita akan dibangkitkan semangat hidupnya untuk mengikut Tuhan.

Orang lain dengan mudah memahami Tuhan yang Mahakuasa dan Tuhan yang Mahatinggi yang memelihara kita jika mereka melihat wajah kita yang optimis dan ceria.

Tuhan menjanjikan mujizat ketika kita mempraktekkan kebenaran firman Tuhan. 
Janji Tuhan yang adalah kabar baik. 
Sekalipun pada kenyataannya berita negative dalam Koran, kabar buruk dalam berita di tv dan berbagai gossip yang menyebabkan bulu kuduk berdiri, bersliweran minta di beri tempat di pikiran kita.

Kita dapat tersenyum di tengah kesulitan, dapat berjalan tegak di tengah goncangan , dapat menatap ke depan dengan optimis sekalipun jalan di depan kita gelap gulita, apabila kita betul-betul percaya janji Tuhan adalah kabar baik.

Amin.

Sumber : LUMEN2000

Doa

"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku".
(Yohanes 15 : 7,8 )

Dear  my Friends, 
Apabila firman Tuhan tinggal di dalam hati kita, maka sudah pasti kita akan memiliki iman. Alkitab berkata : "Karena iman datang dari pendengaran, dan pendengaran melalui firman Tuhan" (Roma 10:17). Adalah suatu hal yang mustahil apabila firman Tuhan tinggal di dalam diri seseorang dan orang itu tidak memiliki iman.

Tidak percaya dan bimbang adalah akibat tidak memahami firman Tuhan. Apabila firman Tuhan ada di dalam diri kita dan ketika kita berdoa kepada-Nya, maka Tuhan Yesus melalui  firman-firman-Nya menguatkan iman kita.

Apabila kita tinggal dalam Kristus, firman-Nya tinggal di dalam kita dan kita percaya akan Firman itu serta berdoa menggunakan firman itu, maka ketika kita berdoa akan keluarlah kata-kata yang mengeluarkan makna firman Tuhan tersebut sehingga tidak akan kembali dengan sia-sia. Kata-kata tersebut akan dipenuhi sesuai dengan janji-janji yang Tuhan berikan. 
Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Ingkar Janji

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."  Lukas .21: 33

Dear  my Friends, 
Tuhan selalu memenuhi janji-Nya. Karena Dialah Kebenaran Abadi. Bagaimanakah dengan diri kita? 
Setiakah kita pada semua perkataan kita? 
Sadarkah kita, bahwa setiap kata yang kita ucapkan, suatu hari nanti akan menjadi saksi yang mendukung atau  melawan kita di pengadilan Tuhan?

Injil  Lukas  21: 33 mengatakan , "Langit  dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."  
Tuhan itu setia, Tuhan tidak lupa dan tidak ingkar akan janji-Nya. 
Tuhan tegak bertahan selamanya. Berbeda dengan alam ciptaan, langit dan bumi akan runtuh, hancur dan tidak ada lagi bentuknya.

Orang ingkar janji, biasanya dikarenakan ia tidak mempunyai hubungan pribadi yang dekat dan kuat. 
Dia tidak menghargai kepada siapa dia berjanji. 
Dia hanya memperhatikan dirinya sendiri.

Doa :
Tuhan, kami ingin selalu berbicara benar dan setia pada kehendak-Mu.
Amin

Sumber : LUMEN2000.

Mengalahkan Godaan

"Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita".  (Roma 7: 25)

Dear  my Friends,
Kecanduan pada obat-obatan terlarang, alkohol, seks, atau judi telah merusak kehidupan banyak orang. Apakah kita juga terjerat dalam kecanduan yang melumpuhkan hidup? 
Jika ya, kita tidak sendiri. Setiap orang berjuang melawan godaan, termasuk Rasul Paulus yang menulis sebagian dari kitab dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Ia menulis "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat" (Roma 7: 15). Menurut Rasul Paulus, masalah yang sesungguhnya terdapat dalam diri manusia, bukan dari luar: "Tetapi dosa yang ada di dalam aku" (Ay.17).

Kita harus berhenti menyalahkan faktor-faktor eksternal dan berusaha mengatasi sifat kedagingan yang membuat kita rentan terhadap godaan. 
Namun "siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" (ay.24). Jawabannya, "Yesus Kristus, Tuhan kita" (ay.25). 
Yesus datang untuk memberi kita kemenangan atas dosa. 
Sudahkah kita mengalaminya? 
Ketika kita menyalahkan orang lain, kita membuang harapan terjadinya perubahan yang sejati. 
Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Sempurna Seperti Allah

SEMPURNA SEPERTI ALLAH

"Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?"  (Matius  5:46)

Dear  my Friends,

"Sempurna seperti Allah adalah sempurna." Saya mendengar perkataan itu pertama kalinya, ketika saya putus asa. Bagaimana mungkin orang berdosa, yang lemah seperti saya dapat menjadi sempurna seperti Allah?

Jalan ke sorga tampak begitu curam dan tidak mungkin saya jalani. "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."  Mat. 5:46; "Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?"
Kesempurnaan Allah yang bagaimana yang dibicarakan di sini? Matahari-Nya bersinar bagi orang jahat dan orang baik, hujan-Nya turun bagi orang adil dan tidak adil.

Ada sesuatu yang lebih besar dari pada kasih yang hanya mengasihi orang terkasih, yaitu: "murah hati." Karena mengasihi orang yang tidak menyenangkan dan yang membuatnya menyenangkan. Dalam hal ini kita dapat menjadi seperti Allah, mengasihi yang tidak pantas kita kasihi. 
Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Hiduplah Dengan Kerendahan Hati

"Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan."  Amsal 18:12  

Dear  my Friends, 

Kerendahan hati adalah salah satu karakter Yesus yang tidak bisa ditiru oleh iblis. 
Kerendahan hatiNya dibuktikan dengan kedatanganNya sebagai manusia, sekalipun Dia adalah Allah. 
Dia mau berteman dan makan bersama-sama pemungut cukai dan bersedia diurapi oleh seorang wanita tuna susila. 
Puncak kerendahan hatiNya nyata ketika Dia rela mati di kayu salib sebagai seorang yang terkutuk, sekalipun Ia tidak bersalah. 

Setiap orang percaya tidak hanya dipanggil untuk diselamatkan dan menikmati berkat-berkat saja, melainkan juga dipanggil untuk menjadi berkat, mengikuti semua perintah dan teladan yang Tuhan Yesus berikan, yaitu untuk hidup dengan rendah hati. Kerendahan hati harus menjadi pakaian setiap orang Kristeiani yang dapat dilihat dan dirasakan oleh semua orang. 
Orang Kristiani yang masih tinggi hati, merasa lebih hebat, lebih utama, lebih pandai, sebenarnya ia masih belum mengerti dan mengalami arti kekristianian yang sesungguhnya.

Marilah kita belajar menjadi pribadi yang rendah hati sehingga semakin banyak orang diberkati dengan kehadiran kita.
Amin .

Sumber : LUMEN2000.

Andaikata

"Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia".  Matius 27: 3a

Dear  my Friends, 
Manusia sering berandai-andai tentang pengalaman yang sudah dilewatinya.
"Seandainya saya dulu melakukan itu, pasti sekarang tidak menjadi seperti ini".Tergiur akan imbalan materi, Yudas tega menyerahkan Tuhan Yesus ke tangan para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Ia tidak tahu kalau hukuman matilah yang menunggu Tuhan Yesus.

Matius mencatat bahwa Yudas menyesal. Bisa jadi Yudas pun melontarkan pernyataan "Seandainya" terhadap dirinya sendiri. Sayang, penyesalannya terlambat, dan tidak menggugahnya untuk bertobat. Buahnya amat pahit.Yudas bunuh diri.

Seberapa sering kita menyesal di kemudian hari atas apa yang kita lakukan pada masa lalu, termasuk dalam melakukan dosa. Kita lalu mulai berandai-andai, "Ah, seandainya saja..." Sungguh sayang jika penyesalan itu berlanjut secara salah, yaitu dengan mengasihani diri sendiri secara berlebihan atau malah menjauh dari Tuhan.
Satu jalan keluar dari penyesalan itu, kita dapat bertobat dan memulai langkah baru bersama Tuhan Yesus yang tidak pernah meninggalkan kita.

Tidak ada kata terlambat untuk bertobat dan memulai lagi langkah baru bersama Tuhan.
Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Ada Urapan

"... mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
(Markus 16: 18)

Dear  my Friends, 
Hidup ini ada tantangannya. Kalau ada  tantangan, maka kita akan terbangun dan sadar bahwa inilah dunia. Dunia nyata yang harus kita hadapi dengan berani dan dengan iman. Kita berani hidup karena kita percaya kepada Yesus yang berjalan di depan kita.

Ular melukiskan  tipu daya dan racun yang melumpuhkan dan mematikan, racun maut itu mewakili santet dan sihir. Tetapi kabar baiknya adalah: dengan iman saja, hanya dengan percaya saja, hanya dengan keyakinan kita kepada Yesus yang sudah bangkit itu,  semuanya dapat kita atasi .

Apa kuncinya supaya kita mampu mengatasi hambatan dan tantangan hidup yang menghadang di depan jalan kita? Ayat Firman di atas ditulis ketika Yesus sudah bangkit dari antara orang mati. Jadi, pesannya adalah: kuasa kebangkitan Kristus itulah yang membuat kita mampu dan berkuasa mengatasi segala tantangan hidup.

Yesus tidak mungkin kalah oleh tantangan apapun juga karena Dia sudah bangkit dan mengalahkan maut
Amin.

Sumber : LUMEN2000.

Materialisme

…"Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon" (Lukas 16:13c)

Dear  my Friends, 

Alkitab dengan tegas melarang penyembahan berhala. Salah satu dari Sepuluh Perintah Allah seperti yang tertulis dalam Keluaran 20:4-5  "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun ............ 
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, ....... "

Tapi ternyata segala sesuatu  bisa menjadi 'berhala' bagi kita,5 sesuatu yang kita sembah dan layani menggantikan kedudukan Allah.
Itu bisa kesenangan , kesuksesan, harta benda, uang atau apapun yang 'mengendalikan' kehidupan kita. Semua itu sebenarnya tidak salah, namun ketika kita menempatkannya sebagai hal yang terpenting dan selalu kita utamakan, maka itu akan menjadi 'berhala'.

Alkitab menolak berhala karena dua alasan v

- Pertama, berhala itu tidak nyata. 

- Kedua, berhala itu memisahkan kita dari Allah. Kita menggantikan Allah dengan berhala, dan sebagai akibatnya kita membelakangi Allah, kita tidak  datang mengenali Allah dan mengasihi Dia.

Apakah ada 'berhala' yang sudah menggantikan posisi Allah dalam kehidupan kita ? 
Baik itu berupa harta kekayaan, kekuasaan, kesenangan, kenikmatan tertentu, yang begitu pentingnya dan seolah menggantikan Allah ?
Jangan biarkan itu terjadi, Allah sudah berFirman, "Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku " ( kel 20:3).  

Amin

Sumber : LUMEN2000.

Jangan Menghakimi

“….dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri”….
(Roma 2: 1)

Dear  my Friends, 
Dalam firman hari ini, kita diingatkan bahwa dalam menghakimi orang lain, sebenarnya kita menghakimi diri sendiri.  Karena kita juga melakukan kesalahan-kesalahan yang sama sepanjang hidup kita.
  
Kenapa orang ada yang demikian mudahnya menghakimi orang lain ? menceritakan hal buruk tentang orang lain ?  Hal ini terjadi karena ada iri dihati ataupun kepenatan hidup yang dialaminya. Maka orang suka mencari mangsa, untuk melampiaskan emosinya dengan menyalahkan orang lain. Dalam menjalani hidup di dunia ini, sering kita penat secara rohani.
  
Untuk itu kita perlu selalu meluangkan waktu untuk berhenti sejenak.
Yesus mengajar kita untuk berhenti sejenak dan berdoa.
Dalam Markus 1: 35 "Pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana".
  
Tindakan berdoa ini akan membantu kita untuk  menjadi bening melihat apa yang harus kita lakukan dan yang tidak harus kita lakukan.
Hidup kita ini perlu DOA, yaitu relasi dengan Tuhan, agar kita dapat mengontrol hidup dengan lebih baik.
Amin.

Sumber : LUMEN2000

Tuesday, October 03, 2017

Mengelola Dengan Baik

" Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat " (Efesus 5:16).

Kita adalah pengelola dari waktu yg kita miliki. Tuhan sudah memberi kita  "sebagian dari kekekalan"  yg disebut waktu.
Kesempatan emas yg diberikan pada kita ini seharusnya menjadi manfaat bagi kita  dan juga bagi  kemuliaan Tuhan. 
Kalau kita memakai waktu itu dengan bijaksana, maka ini  akan dirajut oleh tangan Tuhan menjadi rangkaian kekekalan yg indah.

Henry Thoreau mengingatkan, " Anda tidak bisa membunuh waktu tanpa melukai ". 

Sedang Calyle mengatakan, "Mereka yg tak menyadari arti Kekekalan, dia tidak menghargai waktu ".

Hidup hanya sekali dan itupun segera berlalu, jangan sia siakan dengan hal yg tak berguna.  Hanya yg dilakukan untuk Tuhan yg tidak sirna. 

Bila kita mengelola waktu dengan baik, maka  kita menabung dan akan memetik hasilnya  .

Doa hari ini : 
Tuhan singkirkanlah kebiasaanku untuk menunda-nunda,  bahkan malas . Begitu gampangnya aku membuang dan mensia siakan waktuku.
Tuhan ubahlah aku agar aku memakai waktuku dengan baik  untuk memuliakanMu, karena itulah yg kekal.

Dari HOPE FOR EACH DAY
By Billy Graham

Integritas Menunjukan Iman

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar".
(Lukas 16:10).

Masa sekarang ini sangat populer kata-kata ini : "Apa yg saya lakukan dalam hidup pribadi saya - itu bukan urusanmu, bukan urusan orang lain".
Oya , benarkah ?  
Apapun yg anda lakukan dalam hidup pribadi anda, bahkan di balik pintu dan tak terlihat orang sekalipun, membangun dan sekaligus menguak karakter anda yg sesungguhnya. Dan bagi Tuhan, Dia melihatnya sejelas dan segamblang siang bolong di depan publik.

Hal-hal kecil yg anda lakukan walaupun itu tidak terlihat sebenarnya menjadi benih berkat Tuhan dalam kehidupan anda. Anda tidak bisa mengkotak-kotakkan kehidupan anda dan berkata, " Saya punya integritas dalam kehidupan publik saya, tapi hidup pribadi saya itu urusan saya" .
Anda tentu punya daftar panjang public figure yg  menjadi skandal ketika hidup pribadinya terkuak.
Apapun dan bagaimanapun, seorang pemimpin yg tidak bisa dipercaya dalam hal hal kecil, juga tak bisa dipercaya dalam hal hal besar.

Yesus berkata dalam Lukas 16:12 , "Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?"

Berabad abad lalu seseorang yg belajar sebuah keahlian, baik berdagang, baik bertukang,  maupun pekerjaan lain, selalu magang pada ahlinya, dan selalu ikut bekerja di situ sebelum dia bisa membuka usahanya sendiri.

Prinsip magang ini juga berlaku untuk bidang kehidupan kita yg lain . Ini berlaku misalnya bagaimana anda memperlakukan barang milik orang lain, bagaimana anda bertanggung jawab pada uang orang lain, bahkan bagaimana anda bekerja di perusahaan/organisasi lain.

Sebelum saya melakukan pelayanan saya, saya juga magang / bekerja melayani sebagai pendeta muda di sebuah organisasi pelayanan lain.
Tuhan melihat bagaimana saya melakukan pelayanan tsb . Dia menguji bagaimana saya melayani di organisasi  tsb, Dia menguji integritas saya. Saya harus membuktikan kesetiaan dan kesungguhan pelayanan saya tsb. sebelum akhirnya Tuhan menuntun saya memulai pelayanan saya sendiri di Saddleback Church.

Kalau seseorang meminjamkan mobilnya pada anda, seberapa anda akan memeliharanya ?  
Bila anda diperbolehkan menempati rumah seseorang, apakah anda memeliharanya seperti layaknya rumah sendiri ? 
Bila anda diberi kesempatan bekerja di sebuah perusahaan, apakah anda sungguh-sungguh bekerja dengan tekun seperti anda bekerja untuk diri sendiri ?

Tuhan menilik anda dan menguji integritas anda. 
Hiduplah dalam FirmanNya.

Dari DAILY HOPE 
By Rick Warren.

Tetap Di Jalur Pengampunan

Pembalasan adalah milik Tuhan. Dia akan menyelesaikannya,  baik itu pada 'Hari Penghakiman' ataupun  dalam kehidupan ini.
Tuhan bisa  menertibkan boss anda yg kasar. Dia juga bisa 'menekuk' lutut mantan anda. 

Pengampunan tidak mengurangi keadilan. Percayakanlah pada Tuhan. Tuhan yg maha adil mempunyai 'resep'nya sendiri yg terbaik.

Mengampuni musuh kita?  Tidak mudah. Tapi ingatlah Efesus 4:26 dan 27  "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu  dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis"
Kepahitan mengundang setan masuk dan  memakai sebagian ruang di dalam hati anda, dia mulai tinggal di hati anda. Setan itu akan terus menggerogoti ruang ruang hati anda yg lain, bau busuknya menyebar kemana-mana.

Tapi waktu anda mengampuni, setan tidak dibukakan pintu, setan tidak  diberi tempat. 
Hati kita tetap bersih. 

Kita  harus tetap berjaga agar  selalu berjalan  di jalur pengampunan. 

Tuhan menolong.

From:  You’ll Get Through This
By Max Lucado.

Melukis Potret

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus".  (Filipi 2:5)

Baca: Filipi 2:1-11

Galeri Potret Nasional di London, Inggris, menyimpan lukisan-lukisan bernilai tinggi dari abad lampau, termasuk 166 gambar wajah Winston Churchill, 94 gambar William Shakespeare, dan 20 gambar George Washington. Saat melihat potret-potret kuno itu, kita mungkin bertanya-tanya: Apakah orang-orang tersebut memang mirip dengan gambar di lukisannya?
Sebagai contoh, ada 8 lukisan wajah pahlawan Skotlandia, William Wallace (hidup sekitar tahun 1270–1305). Namun, kita tidak memiliki fotonya sebagai pembanding. Bagaimana kita tahu para pelukis itu benar-benar akurat dalam menggambarkan Wallace?

Demikian juga dengan gambaran Yesus. Tanpa sadar, orang-orang yang percaya kepada-Nya sedang menggambarkan kesan tentang Yesus di mata orang lain. Tentu bukan dengan goresan kuas dan cat minyak, melainkan lewat sikap, perilaku, dan hubungan kita dengan sesama Apakah lewat semua itu kita menggambarkan isi hati-Nya secara akurat? 
Itulah yang menjadi perhatian Rasul Paulus. Ia menuliskan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp. 2:5). 
Dalam kerinduan untuk menggambarkan Tuhan secara akurat, Paulus mendorong para pengikut Yesus untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya yang rendah hati, rela berkorban, dan penuh belas kasihan kepada sesama.

Ada yang berkata, “Mungkin kita menjadi satu-satunya gambaran Yesus yang pernah dilihat orang.”  
Ketika kita “dengan rendah hati . . . menganggap yang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri” , kita akan menunjukkan hati dan perilaku Yesus kepada dunia.


Ya Bapa berilah aku hati seperti hati Kristus agar orang orang di sekelilingku bisa melihatMu dengan jelas dan rindu untuk mengenalMu juga.

Pengorbanan Kristus mendorong kita untuk rela berkorban bagi sesama.

Dari OUR DAILY BREAD.
By Bill Crowder


Wawasan:
Jemaat di Filipi yang dirintis Paulus dalam perjalanan misinya yang kedua adalah sebuah komunitas yang terus bertumbuh dan setia kepada Kristus; mereka secara aktif mendukung pelayanan Paulus (Flp 1:5; 4:15-18). Dalam suratnya, Paulus mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka sekaligus menyemangati jemaat di Filipi untuk terus bertumbuh dewasa dalam iman mereka, bahkan di tengah tekanan yang mereka hadapi. Paulus menasihati mereka, “...hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus” (1:27), supaya “kamu bercahaya … seperti bintang-bintang di dunia” (2:15). Paulus mendorong mereka untuk meneladani Kristus dalam hal kasih, kesatuan, kerendahan hati, dan pelayanan.  ( Sim Kay Tee )

Tuhan Bukan Kadang-Kadang Menang

Bulan bulan ini mungkin anda merasa dalam situasi seperti  dalam transisi, ketidak pastian, penuh teka teki. 
Tapi bagi Tuhan sama sekali tidak membingungkan. 
Dia bisa dan akan memakainya sesuai RencanaNya.  
Tuhan bukan kadang-kadang  berdaulat, kadang-kadang menang, (juga bisa berarti kadang-kadang kalah) . 
Dia Tuhan yg selalu menang , yang Maha Kuasa. 
Seperti dalam Yeremia 30:24 (TB), "Murka TUHAN yang menyala-nyala itu tidak akan surut sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya" 

Salah satu contoh kisah :  Yusuf dalam penjara. Dari sudut duniawi, penjara Mesir adalah sebuah tragedi untuk hidup Yusup. Sepertinya setan berhasil menang dengan membawa Yusup dalam penjara. Apa yg diinginkan setan sebagai keburukan dipakai Tuhan sebagai ujian untuk membuat  Yusuf makin matang.

Bila anda melihat masalah dan kesulitan hanya sebagai  luka - penderitaan, maka anda akan hidup dalam kemarahan dan kepahitan.  
Namun bila anda melihat masalah dan kesulitan sebagai ujian yg dipakai Tuhan untuk mendewasakan anda dan menjadi kemuliaan Tuhan, maka setiap masalah dan kesulitan menjadi kesempatan yg menyemangati anda untuk mengatasinya dengan sukacita.

From You’ll Get Through This
By Max Lucado.

Gaya Hidup Kita

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamNya".
(Efesus 2:10)

Saya tergugah oleh frasa “gaya hidup kita” yang dicantumkan pada salah satu ayat dari Alkitab terjemahan kontemporer. Ketika mencari frasa itu dengan Google, kebanyakan hasil pencarian mengarah  pada hal-hal yang dianggap orang dapat mengancam gaya hidup mereka selama ini. 
Di antaranya yang dianggap paling mengancam adalah masalah perubahan iklim, terorisme, dan kebijakan pemerintah.

Saya pun bertanya-tanya,  apa dan bagaimanakah  sebenarnya gaya hidup kita sebagai pengikut Yesus? 
Apakah sesuatu yang membuat kita merasa nyaman, aman, dan bahagia, ataukah yang lebih dari itu?

Paulus mengingatkan umat Kristen di Efesus tentang karya luar biasa Allah yang telah mengubah hidup mereka. 
“Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita—oleh kasih karunia kamu diselamatkan” (Ef. 2:4-5). 
Hasilnya, kita “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (ay.10).

Berbuat baik, menolong sesama, memberi, mengasihi, dan melayani dalam nama Yesus—semua itu patut menjadi gaya hidup kita. 

Bagi orang percaya, tindakan-tindakan itu merupakan keharusan dan alasan utama mengapa Allah memberikan kita hidup di dalam Kristus.

Dalam dunia yang selalu berubah-ubah, Allah telah memanggil dan memampukan kita untuk menjalani kehidupan yang melayani sesama dan memuliakan-Nya.

Bapa, terima kasih atas kasih dan belas kasihan-Mu yang sangat berlimpah. Engkau telah melepaskan kami dari cara hidup kami yang berujung pada maut dan menghidupkan kami bersama-sama dengan Kristus.

Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga . —(Matius 5:16).

Dari OUR DAILY BREAD.
Oleh David McCasland

Wawasan: 
Paulus mengajarkan tentang perbedaan yang tegas di Efesus 2:1. Ia mengatakan kepada para pembacanya bahwa mereka sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka. Dengan menggunakan kata kerja bentuk lampau, ia menjelaskan tentang kehidupan yang baru bagi mereka yang mengikut Kristus. Kini mereka tidak lagi mati secara rohani, melainkan hidup di dalam Kristus. Paulus tidak membeda-bedakan antara pelanggaran, ketidaktaatan terhadap standar yang telah diketahui dan ditetapkan, dan dosa, sebagai kegagalan manusia untuk mencapai kekudusan Allah. Ia menunjukkan bahwa ketika para pengikut Kristus gagal mencapai standar Allah yang sempurna dan suci, baik sadar atau tidak sadar, mereka sedang menjalani kehidupan yang tidak lagi sesuai hidup baru yang telah mereka terima. Kebangkitan Kristus telah menghidupkan kembali hati kita yang pernah mati.

Daging Yang Lemah

Malam sebelum Yesus disalib, Dia berkumpul bersama para murid di Taman Getsemani dan Dia hanya punya satu permintaan saja  seperti yg tertulis dalam Matius 26:41, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Seharusnya para murid berjaga dan berdoa, tapi tetap saja mereka tertidur. Sementara itu Yesus  tetap berdoa dan dikuatkan  seorang malaikat dari langit. Doa menguatkan Yesus memikul salib.
Para murid tidak berdoa, mereka tertidur dan ini membuktikan bahwa _ daging_ benar benar lemah.

Untuk saya, kisah ini membuktikan begitu pentingnya doa. Sebagai orang Kristen,  tanpa doa dan tanpa hubungan dengan Tuhan yg erat, kita tak ada apa apanya.
Kita semua berjuang dalam kehidupan kita ini dengan daging yg lemah , tapi ketika doa itu menjadi prioritas hidup kita, Tuhan akan menguatkan kita dalam roh, dan kita bisa mengatasi kelemahan daging .

Kekuatan apakah yg anda pakai hari ini ? Daging anda? Ataukah anda mengalami Kuasa Kekuatan Tuhan yg melimpah pada kita ketika kita dekat erat dengan Dia ?


Daily Devotion
By Joyce Meyer

Popular Posts