Sunday, February 19, 2017

Tuhan Memelihara

"Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu." Mazmur 102:29

Sungguh tidak dapat kita selami betapa kayanya kasih setia dan anugerah Tuhan kepada kita, manusia yang berdosa, yang seharusnya mati binasa karena kejahatannya. Namun Ia menyelamatkan kita dan memberikan kepada kita kehidupan yang baru di dalam Dia, Ia juga memperlengkapi kita dengan segala yang terbaik. Dan Ia memberikan janji yang abadi yang akan terus berjalan secara turun temurun. Apa yang terbaik yang kita nikmati saat ini, tak akan berhenti hanya pada diri kita saja, namun itu akan mengalir kepada keturunan-keturunan kita selanjutnya

Tentunya masih banyak  diantara kita yang memikirkan kelangsungan hidup anak cucu kita nantinya, karena kita melihat bahwa zaman tidak bertambah baik, segala sesuatu semakin rusak dan begitu jahat. Bagaimana nanti ketika anak cucu kita bertambah dewasa? Tetapi Tuhan tidak menginginkan kita dirundung kekuatiran dan kegelisahan. Itu sebabnya ia memberikan perjanjian yang bukan hanya menjamin hidup kita saja, namun juga keturunan kita kelak.

Jika Tuhan telah memelihara hidup kita sampai kepada hari ini, maka yakinlah bahwa Ia juga mampu memelihara hidup anak cucu kita bahkan sampai generasi selanjutnya. Dan lihatlah janji Tuhan bagi kita: "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat." (Mazmur 37:25-26).

Percaya saja pada kemurahan Tuhan yang berlaku secara turun temurun atas kita yang takut akan Dia dan hidup dalam kebenarannya. Mazmur 103:17 katakan: "Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu." Itu sebabnya seperti Daud berkata, maka kita juga dapat mengatakan hal yang sama: "Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?" (2 Samuel 23:5).

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi



Halangan Atas Doa Yang Tidak Dijawab

Yesaya 59:1-2 "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Salah satu alasan mengapa doa-doa kita tidak dijawab adalah karena dosa-dosa yang tidak kita akui dalam hidup kita. Tidak ada yang bisa menghentikan kehidupan doa kita secepat dosa yang tak kita akui. Mazmur 66:18 mengatakan, "Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar." Dan Yesaya mengatakan kepada kita, "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu" (59:1-2).

Masalahnya adalah kita tidak mau menyebut dosa sebagai dosa. Kita hanya mau menyebutnya sebagai kelemahan atau kesalahan atau kekurangan atau penyakit. Tapi mengapa kita tak mau menyebutnya sebagai dosa? Dan mengapa tak mau mengakuinya? Mengapa kita tidak meminta Tuhan untuk mengampuni kita agar Ia memampukan kita untuk berpaling dari dosa? Jika kita tak mau membereskan dosa-dosa kita, maka Tuhan tak akan mendengar doa-doa kita.

Penyembahan berhala, atau memprioritaskan sesuatu di atas Allah, bisa juga menjadi penghalang dari jawaban atas doa kita. Dalam Yehezkiel 14: 3, Allah berkata, "Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah Aku mau mereka meminta petunjuk dari pada-Ku?"

Apakah ada seseorang atau sesuatu yang lebih penting bagi Anda ketimbang Allah? Siapa pun atau apa pun yang Anda anggap lebih penting dibanding Allah bisa berpotensi menjadi berhala Anda. Setiap benda, ide, filosofi, kebiasaan, pekerjaan, atau olahraga yang menyita perhatian utama Anda dan loyalitas Anda" atau menurunkan kepercayaan dan kesetiaan Anda kepada Tuhan - bisa berpotensi menjadi berhala buat Anda. Dan itu bisa menyebabkan doa-doa Anda tidak dijawab.

Tidak ada yang bisa menghentikan kehidupan doa kita secepat dosa yang tak kita akui

Sumber : Daily Devotional by Greg Laurie

Ikuti Perintah Tuhan Walau Berisiko

IKUTI PERINTAH TUHAN WALAU ADA RESIKO.

Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:
"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
( Matius 2:19-20).

Tentunya sangat tidak enak dan penuh resiko bagi Yusuf  untuk pindah membawa keluarganya ke Mesir. Bayangkan lagi  betapa menakutkan bagi Yusuf untuk mengikuti perintah Tuhan balik lagi ke Israel.
Dia harus membawa Maria dan Yesus kembali ke Israel di mana banyak ancaman.  Tapi karena Yusuf percaya pada Tuhan , maka Yusuf mengambil resiko dan balik ke Israel .

Alkitab menulis dalam Mazmur 56:3 ,  " Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu" 
Perhatikan kalimat ini... "waktu aku takut".. dan bukan "bila aku takut".
Mungkin kita ingin hidup di bumi ini tanpa ketakutan, tapi itu hanya ada di surga saja.
Dalam hidup kita di dunia, kita akan menghadapi dan bertemu  dengan berbagai jenis  'ketakutan' .

Kita punya ketakutan besar dan juga ketakutan kecil. Kita kuatir dan takut akan masa depan, apa yg akan terjadi dg pekerjaan kita , keluarga kita, kondisi keuangan kita dst. 
Bahkan kita juga kuatir akan hal hal kecil, seperti  apakah ucapanku benar, apakah hadiahku berkenan, apakah dia mau menerima telponku dst dst.

Dalam segala situasi ini, anda punya pilihan. Apakah anda akan membiarkan ketakutan dan kekuatiran mengontrol anda, atau anda berani menjalankan yg baik dan benar karena sadar bahwa Tuhan mengasihimu, meskipun ada resiko-resiko .

Resiko dari iman bisa saja berarti anda akan menjalankan tugas di tempat yg asing . Juga bisa anda harus mengampuni orang yg dulunya sangat anda benci,  atau harus melakukan pekerjaan yg sulit. dll

Kita harus siap menghadapi resiko  melakukan perintah Tuhan,  karena yakin Tuhan sangat mengasihi kita.

Sumber : DAILY HOPE
By Rick Warren.

Menjadi Pemenang Bukan Pecundang

Menjadi pemenang bukan pecundang (1 Samuel 14:1-6)

Kekecewaan dan perasaan kekalahan akan membuat seseorang terintimidasi sehingga menimbulkan ketakutan.
Perasaan itu akan membuatnya ttp diam d tempat.
Ketakutan dan kecemasan merupakan intimidasi utk menjadikan seseorang mnjadi pecundang.

Ay. 2 :
Ada tokoh2 sentral dlm pasukan israel tp mrk ttp diam di tempat krn mrk hanya menunggu.
Kalau ada org yg mndapatkan penghormatan krn jabatan ataupun fasilitas apapun tdk akan bernilai jika Tuhan tdk memakainya.
Saul dan tokoh2 sentral bgs Israel tdk memberikan pengaruh apapun kpd bgs Israel krn Tuhan tdk memakai mrk.
Segala pencapaian lahiriah tdk ada nilainya jika tdk digunakan utk memuliakan Tuhan.
Yonathan berdiri berhadapan dgn tebing yg brnama bozez (cahaya)&sene(duri)

(ay.4)
Kita sering dihadapkan dgn mslh ataupun misi dr Tuhan, tergantung kpd kita apakah kita akan bersinar dan menjadi pemenang atau duri dan menjadi pecundang.
Ketaatan akan Firman Tuhan akan menjadikan kita pemenang.

Ay. 6: Yonatan memiliki hati yg peka akan suara Tuhan.
Jgn menyerah terhadap mslh, krn dgn hati yg peka kita akn bs mngerti kuasa Tuhan bg kita.
Bersama Tuhan, jumlah tdk mnjadi mslh.

Ay.7: kdg Tuhan mengijinkan kita mencari tmn/dukungan, carilah yg seiman.
Yonatan mendapatkan dukungan dr bujangnya.

Ay. 9-10: Yonatan dan bujangnya penuh keyakinan bhe Tuhan psti menolong (ay.6) tp msh ttp berserah kpd Tuhan dgn meminta tanda dr Tuhan (ay.9-10).
Ada batasan2 atau aturan2 dr Tuhan utk menangkap visi Tuhan dan melakukannya.

Seorang pemenang akan berserah penuh pd Tuhan.
Seorang pemenang jg akan sadar akan karunia Tuhan.
Utk menangkap visi Tuhan dan melakukannya diperlukan kepasrahan total kpd Tuhan.

Sumber : GPdI EL SHADDAI Magelang
Pdt. Kris Sorongan

Monday, February 13, 2017

Mengapa Masalah Datang?

"TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN."
Ratapan 3:25-26

Tuhan tidak pernah tinggal diam ketika melihat anak-anakNya menghadapi berbagai macam persoalan, yang perlu berdiam diri adalah kita. Kalau dulu Ia pernah menolong kita, maka percaya saja sebesar apapun musuh kehidupan yang harus kita hadapi, Ia tidak akan membiarkan kita begitu saja. Ia akan menyelesaikannya lagi karena semua telah diselesaikanNya di atas kayu salib. Saat musuh datang tiba-tiba, kadang kita merasa tidak siap dan lemah. Namun musuh tidak mungkin datang jika tidak diizinkan oleh Tuhan. 

Ingat apa yang dilakukan iblis saat hendak mengganggu kehidupan Ayub? Ia meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik kehidupan Ayub, yakni Allah. Iblis tidak punya akses masuk dalam kehidupan kita tanpa seizin Allah. Lalu kenapa Allah izinkan supaya kita dicobai sehingga kadang kita merasa seperti murid-murid di dalam perahu yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin badai, sedangkan Yesus tetap tertidur? Dan mereka berseru "Guru, Engkau tidak peduli kalau kami binasa? Tidak dapat disangkal kalau kita menjadi sedemikian paniknya menghadapi musuh kehidupan, lalu mempertanyakan seberapa besar kepedulian Tuhan terhadap kita.

Yang pasti Tuhan tahu apa yang Ia lakukan, sama seperti penemuan Ayub saat ia mengalami pencobaan, ia katakan: "Dialah yang meremukkan aku dalam angin ribut, yang memperbanyak lukaku dengan tidak semena-mena." (Ayub 9:17). "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. Tetapi Ia tidak pernah berubah — siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga." (Ayub 23:10-13).

Pada akhirnya, Ayub memiliki pengenalan dan pengalaman yang baru bersama dengan Tuhan, dan ia katakan: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." (Ayub 42:2,5).

Mengapa Tuhan izinkan masalah datang? Karena "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13). Jadilah kuat di dalam kekuatan kuasaNya.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Friday, February 10, 2017

MENGUKUR DAN MENGEVALUASI.

" Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing" (Roma 12:3b)


Penghalang utama dan terbesar untuk perubahan dalam hidup kita  adalah kesombongan kita.
Kita sering merasa 'paling dan lebih' .
Padahal kenyataannya tidak seorangpun 'lengkap-sempurna' . Saya tidak , andapun  tidak, Raja - Presiden siapapun juga tidak.  Alkitab mengatakan  tidak ada yg sempurna di bumi ini selain Tuhan dan FirmanNya. 
Segala sesuatu di bumi ini sudah 'rusak' karena dosa.
Anehnya, kita masih  sering mondar mandir bergaya,  ingin memberi kesan pada orang sekitar kita seolah kita hebat - lengkap - sempurna.
Bila anda ingin 'sungguh-sungguh berubah' dalam kehidupan anda, maka mula-mula anda harus menyadari dan mengakui keadaan anda yg 'tidak lengkap , anda tidak mempunyai segalanya, tidak sempurna. 
Anda menyadari bahwa anda juga punya problem,  mungkin dengan kebiasaan buruk anda, mungkin kesehatan anda, mungkin finansial anda, mungkin hubungan keluarga , atau apapun dalam hidup anda.

Roma 12:3  mengatakan  " Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing "

Apakah anda berkeinginan bertanya pada orang terdekat anda, " Apakah ada yg perlu ku-ubah?".
Mengapa hal ini penting ? Karena dengan begitu anda bisa mengukur dan mengevaluasi  yg anda sudah kerjakan dan capai.
Bila anda tak tahu seberapa ukuran-standard  iman anda, maka anda tidak bisa bertumbuh lagi.
Bila anda tak tahu ukuran-standard  tentang  kesehatan, misal tekanan darah ( blood presure) , anda tak akan memperbaiki diri  untuk hal ini .  Demikian juga hal hal yg lain.

Anda hanya bisa mengevaluasi diri anda dengan baik bila anda mengetahui ukuran sekaligus standard nya. 
Alkitab mencontohkan berbagai ukuran iman bagi kita, tokoh-tokoh yg teguh dalam iman, teguh dalam pengharapan dan setia pada Tuhan.

Dengan mengevaluasi diri,  anda bisa terus memperbaiki dan  makin bertumbuh dalam kehidupan anda sesuai FirmanNya.

DAILY HOPE
By Rick Warren

Ke Mana Harus Bersandar

Ketika aku bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup:

Jendela kamar bilang : "Lihat dunia di luar !!!"

Langit-langit kamar berpesan :
"Ber-cita2lah setinggi mungkin !!"

Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"

Cermin bilang : "Berkacalah sebelum bertindak !!!"

Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !!!"

Pintu berteriak : "Dorong yang keras, cepat pergi & berusahalah !!!"
TAPI ....... tiba-tiba ...

Lantai berbisik :
"BERLUTUT dan BERDO'ALAH karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DO'A...."
Kita belajar.... 
bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah mengizinkan kita mengalami derita.
Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita harus belajar menikmati hidup dengan "BERSYUKUR".

Kita belajar .... 
bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.
Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan sukacita dan penuh SYUKUR.

Kita juga belajar .... 
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali & ditangisi, karena semua adalah rancangan-NYA yang akan "INDAH PADA WAKTUNYA".

Ketika "Kaki" sudah tak kuat berlari...
"BERLUTUTLAH".

Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam...
"LIPATLAH"

Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan...
"MENUNDUKLAH"

Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH.

Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDO'ALAH"
Karena di belakangmu ada KEKUATAN yang tak terhingga..
Di hadapanmu ada KEMUNGKINAN tanpa batas..
Di sekitarmu ada KESEMPATAN yang tiada akhir.
Lebih dari itu, di atasmu ada Allah yang selalu menyertaimu..
Kasih sayang Allah pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir.... TYM

MAKE GOD SATISFIED WITH YOU


Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.  - Kisah Para Rasul 13:22b

Saya yakin bahwa ketika Anda menyukakan hati atasan melalui apa yang Anda kerjakan, saya yakin sekalipun Anda melakukan suatu kesalahan terhadap suatu pekerjaan, pasti sedikitnya Anda akan menggugah hati atasan Anda. Apalagi ketika Anda dapat membuat Tuhan menyukai hati Anda, pasti Anda akan mengalami hal hal yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada Anda, apakah itu keajaibanNya, perkara yang hebat dan luar biasa ataupun kemenangan tanpa Anda harus bersusah payah. Jika demikian, maka Anda bisa melihat betapa Daud dapat menjadi orang yang diberkati di dalam segala hal yang ia lakukan, karena Daud membuat Tuhan begitu terpesona dengannya, membuat Tuhan menyukainya dan membuat Tuhan jatuh hati kepadanya.

Saya yakin bahwa seringkali kita begitu terpesona dengan apa yang Tuhan buat di dalam hidup kita, di dalam hidup seseorang, pada keasaksian yang Anda dengar betapa Tuhan melakukan sesuatu terhadap orang tersebut. Mungkin Anda berkata wah luar biasa hebat Tuhan kita. Tetapi tahukah Anda bahwa sesungguhnya di dalam hidup ini ada hal yang jauh lebih penting bagi Anda yaitu apakah Anda benar benar dapat menyukakan hati Tuhan. Jika saja Anda sadari bahwa ketika Anda menyukakan hati Tuhan, Anda akan melihat dan mengalami banyak hal hal yang luar biasa sesuatu hal yang di namakan supranatural, sesuatu yang tidak dapat di terima oleh akal sehat Anda. Kemana Anda akan bergerak dan melangkah Anda akan melihat ada berkat yang mengikuti Anda bagi Anda dan bagi orang disekitar Anda.

Mari perhatikan apa yang Daud lakukan sehingga ia membuat Tuhan suka terhadapnya. Pertama, Hati Daud senantiasa melekat kepada Tuhan. Hal ini seharusnya dapat Anda memiliki hati yang melekat kepadaNya, Daud dipilih Tuhan untuk diurapi menjadi raja atas Israel bukan karena penampilannya, bahkan sebenarnya ia tidak masuk hitungan, perhatikan yang Tuhan katakan dalam 1 Samuel 16:7 “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”  Tuhan melihat jauh kedalam hati Daud, perhatikan hati Daud dalam Mazmur 27:4 Satu hal yang kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingin; diam dirumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Hal kedua, adalah berbicara terhadap kepatuhan atau ketaatan Daud akan setiap peraturan yang Tuhan buat ! Anda bisa memperhatikan di dalam perjalanan hidupnya, Daud senantiasa menunggu apa yang Tuhan akan katakan untuk ia lakukan. Setelah Daud diurapi oleh Samuel menjadi raja, secara legalitas seharusnya Daud sudah bisa menjadi raja, tetapi pada kenyataannya Saul masih hidup dan bertahta. Perhatikan bahwa Daud menbutuhkan 13 tahun setelah ia diurapi menjadi raja sampai ia bertahta sebagai raja. Ini adalah proses yang sangat lama tetapi saya lihat bahwa Daud tidak pernah tergesa gesa untuk menjadi raja, karena ia tahu bahwa ia harus taat atas setiap rancangan yang Tuhan tentukan baginya. Perhatikan yang Daud katakan dalam Mazmur 37:5-6 Serahkan hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Mari kita introspeksii hati kita masing masing, apakah kita memiliki hati yang melekat dan patuh atau taat kepada Tuhan ? melekat berarti berjalan dan berada selalu bersama Tuhan, tidak dapat hidup tanpa Tuhan, Tuhan menjadi pusat segala galanya, dan hidup setiap hari kita lalui hanya berjalan bersama dengan Tuhan. Taat atau patuh adalah Anda hanya mau melakukan sesuatu atas dasar yang Tuhan kehendaki atau perintahkan. Anda akan tetap selalu menanti jawaban atau instruksi Tuhan kepada Anda sekalipun situasi dan keadaan sangat tidak mengenakan. Buat hati Anda menjadi milik Tuhan sepenuhnya, dengan membiarkan Dia bekerja bagi hidup Anda sesuai dengan apa yang Dia ingin buat terhadap Anda ! saya yakin bahwa Anda akan mengalami hal hal supranatural, hal hal yang luar biasa, Anda akan mengalami hal hal yang spektakuler di dalam perjalanan hidup Anda. (Gbu) DS

TUHAN TERPESONA BUKAN DENGAN APA YANG ANDA DAPAT LAKUKAN, ANDA DAPAT PERSEMBAHKAN, ATAU DENGAN KEMAMPUAN ANDA. TUHAN TERPESONA DENGAN HATI ORANG YANG SELALU INGIN MELEKAT KEPADANYA, TAAT DAN PATUH TERHADAP SETIAP APA YANG DIA INGIN KITA LAKUKAN. BUAT HATI ANDA MELEKAT DENGAN BERJALAN BERSAMA DENGANNYA, MELEWATI SEGALA HAL BERSAMA DENGANNYA. PATUH DAN TAAT TERHADAP SETIAP PERKATAANNYA, MENUNGGU TUHAN MEMBERIKAN INTSRUKSI BARU KITA MELAKUKANNYA. JIKA DEMIKIAN, SAYA YAKIN ANDA AKAN MENJADI ORANG YANG BERKENAN DAN BERHAK MENIKMATI SEGALA HAL YANG BAIK, INDAH DAN LUAR BIASA DARI TUHAN.

Sumber : Ps. David Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Taat Membawa Berkat

"dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
1 Yohanes 3:22

Allah telah terlebih dahulu menyatakan kasih-Nya kepada kita, melalui Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib untuk membayar lunas dosa-dosa kita. Jadi kita mengasihi TUHAN karena Dia yang terlebih dahulu mengasihi kita. Lalu apa yang menjadi bukti bahwa kita mengasihi Dia? Yaitu kita taat kepada apa yang Ia perintahkan. Ketaatan adalah syarat yang harus dipenuhi dalam hidup kerohanian orang percaya. 

Yesus Kristus telah menjadi teladan yang luar biasa dalam hal ketaatan, Filipi 2:8-9 katakan: "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama."

Demikian pula Abraham, ia begitu taat kepada Allah ketika Allah memintanya untuk mengorbankan Ishak, anak satu-satunya itu. Dan karena ketaatannya, Allah katakan: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN —: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kejadian 22:16-18).

Kita melihat bahwa ketaatan mendatangkan berkat yang luar biasa. Ketaatan adalah refleksi dari iman, sebab tanpa kepercayaan penuh kepada Tuhan yang memberi perintah, rasanya mustahil untuk mendengar dan menjadi taat akan perintah-Nya. Oleh sebab itu Tuhan sangat menghargai ketaatan kita. Dan hanya orang yang taat kepada perintah-perintahNya yang berhak menyebut dirinya benar-benar mengasihi Tuhan.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Iman & Perbuatan

"Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna."
Yakobus 2:22

Jangan terkecoh tentang ajaran iman yang kita terima, karena ada begitu banyak orang yang menjadi terfokus hanya kepada iman yang menguntungkan bagi dirinya saja. Misalnya ketika kekurangan, maka ia beriman Tuhan akan mencukupi, atau jika ia sakit maka ia beriman Tuhan akan menyembuhkan. Sebenarnya itu pun baik dan benar, namun ada tingkatan iman yang lebih tinggi yang bisa kita capai ketika kita belajar tentang hatiNya Tuhan. Dan ternyata iman tidak hanya menarik diri untuk kepentingan kita saja, melainkan bagaimana Tuhan disenangkan karena kita beriman kepadaNya dengan tidak ada keraguan sedikitpun.

Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak memiliki iman yang berdasarkan pada apa yang mereka kehendaki, mereka memiliki iman yang tanpa syarat, sebab seandainya saja mereka tidak menerima pertolongan dari Tuhan, mereka tetap menyembah Tuhan. Inilah arti yang sesungguhnya dari: "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17). Iman bukan sekedar kita berdoa dan mengharapkan sesuatu terjadi, tetapi iman adalah sekalipun apa yang kita harapkan tidak terwujud, kita tetap percaya dan tetap memuji Tuhan. 

Sesungguhnya bagi kita yang percaya ada suatu kekuatan adikodrati yang memimpin kita sampai kita melihat kemuliaan Allah nyata dengan caraNya dan bukan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Yang harus kita pahami adalah: "sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita." (1 Yohanes 5:4). Ini berbicara tentang iman yang meskipun, walaupun, atau sekalipun, bukan iman yang menuntut jawaban. 

Kedewasaan iman kita akan teruji ketika kita hanya memperkatakan apa yang kita percayai, sekalipun tidak ada dasar untuk berharap dan tidak ada jalan keluar yang bisa kita lihat, namun iman kita tetap tidak tergoyahkan.  Dan untuk mencapai iman yang seperti itu "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan." (Ibrani 12:2a).

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Bertumbuh

"Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."
2 Korintus 3:18a

Kehidupan ini tidak pernah terlepas dari proses yang namanya "perubahan". Fisik manusia mengalami perubahahan, dari bayi, kanak-kanak, remaja, kemudian dewasa dan akhirnya menjadi tua. Pohon pun tidak langsung besar, tapi diawali dari benih kecil yang dipupuk dan diairi sehingga mengalami pertumbuhan yang baik, yang pada akhirnya menghasilkan buah.

Begitu pula kita anak-anak Tuhan yang mau dipulihkan dan diubahkan menjadi umat yang kudus dan berkenan kepada Allah. Dia hendak menyatakan sifat dan karakterNya di dalam dan melalui kehidupan kita untuk keharuman namaNya. Dan kunci untuk mengalami perubahan adalah dengan mengizinkan Dia bekerja atas hidup kita sepenuhnya, walaupun mungkin perubahan itu sangat menyakitkan daging kita, namun hasilnya adalah kesukaan dan kemenangan besar.

Roma 12:2 mengatakan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Perubahan itu harus dimulai dalam diri kita, yaitu ketika pikiran kita berubah, menjadi tidak sama dengan dunia lagi, melainkan disesuaikan dengan firman Tuhan dalam segala hal.

Dalam hal ini Rasul Paulus menasihatkan: "Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka." (Efesus 4:17-18).

Proses perubahan itu dimulai dari dalam diri kita terlebih dahulu, baru kemudian orang yang di luar kita bisa merasakan perubahan tersebut. Apabila kehidupan kita berubah dan karakter Allah ada di dalam kita, maka kita akan menjadi serupa dengan gambarNya. Hidup orang Kristen yang dewasa pasti berubah dan berkarakter seperti Tuhan Yesus!

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

PERCAYA VS KUATIR

"Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai."
(Lukas 12:22  )


Dear  my friends,

Kunci untuk tidak kuatir adalah percaya pada Tuhan, percaya pada kasih dan kuasaNya. Ia tidak akan pernah lupa pada janji-janjiNya. Ia tidak akan pernah melupakan serta membiarkan kita. Jangan biarkan keadaan di sekeliling kita membuat kita menjadi takut dan kuatir.

Untuk menunjukkan pemeliharaan dan kepedulian Allah yang sungguh ajaib, pemazmur melukiskanNya sebagai gembala yang baik. Gembala yang baik tidak akan pernah membiarkan domba-dombaNya kekurangan. Ia menyediakan segalanya untuk kebaikan mereka. Ia menyertai dan menghibur mereka. 

Ketika banyak hal yang sepertinya tidak dapat dikendalikan di dalam kehidupan ini; ketika tidak ada cukup waktu untuk santai dan menikmati sesuatu, ketika tidak ada sedikitpun pujian dan penghargaan untuk usaha kita, percayalah bahwa apapun yang terjadi, ada Seseorang yang senantiasa mengerti serta mempedulikan kita.

Doa:
Yesus, ampuni kami karena kekuatiran atas hidup kami ini terlalu besar, sehingga kami sering melupakan kuasaMu yang besar. Kuatkan hati kami untuk tetap menaruh kepercayaanku kepadaMu dalam segala perkara. 
Amin.

Dari LUMEN 2000.

Pikiran Yang Sia-sia

"Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."
Efesus 4:17

Ketika Allah memiliki pikiran yang baik dan mulia atas hidup kita, maka iblis tidak tinggal diam, ia pun memikirkan dan mengerjakan hal-hal buruk yang dapat merusak hidup kita. Itulah yang menyebabkan sebagian anak-anak Tuhan tidak bisa hidup dalam kelegaan dan pikiran mereka dijerat oleh kegelapan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melawan iblis dan katakan bahwa kita telah dimerdekakan dan hutang dosa kita telah dibayar lunas oleh pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. 

Selanjutnya adalah kita harus menawan pikiran kita dan menaklukkannya kepada pikiran Kristus. Dan ini berbicara tentang penyelarasan dan mengenali pikiran Tuhan. Allah tidak pernah menghendaki hal yang jahat terjadi atas kita, Ia hanya punya rancangan hari depan yang penuh harapan bagi kita. Namun ketika kita mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang negatif dan menggelisahkan, maka seperti yang Ayub katakan: "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketentraman, aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul." (Ayub 3:25-26).

Pikiran adalah medan peperangan kita. Jadi waspadalah terhadap apa yang kita pikirkan! Cepatlah sadar kalau terdapat hal-hal yang menyakitkan, kepahitan, kebencian, kemarahan dan hal-hal yang buruk dalam hati dan pikiran kita!
Bertindaklah  dengan cara menghardiknya dan katakan: "Enyahlah iblis dari pikiranku, sebab aku percaya pada firman Allah, dan Allah memberikan yang terbaik bagiku!" Efesus 4:27 katakan: "janganlah beri kesempatan kepada Iblis."

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8). Karena apa yang kita pikirkan hari ini, akan berdampak bagi kata-kata dan tindakan kita, bahkan bagi masa depan kita.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Kasih Tidak Dibatasi

"Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka."
Lukas 6:32

Kalau kita berbicara mengenai kasih, jelas harus ada perbedaan antara kasih menurut hukum Tuhan dan hukum dunia. Pada kenyataannya kehidupan kasih yang ada di dalam dunia dewasa ini adalah kasih yang bersyarat, padahal dalam iman Kristen kasih itu memberi. Mengasihi mereka yang memang layak dikasihi dan mengasihi kita, itu bukanlah kasih Tuhan, melainkan gambaran kasih yang ada di dalam dunia.

Kasih yang Tuhan Yesus ajarkan adalah: "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu." (Lukas 6:27-28). Dalam hal ini, Tuhan Yesus tidak hanya berkata-kata saja, tetapi Dia memperlihatkan bagaimana Ia melakukan apa yang dikatakanNya. Kita tahu bahwa Yesus mengampuni dan mengasihi siapa pun dan dalam keadaan apapun. 

Dalam perjalanan hidup kita pun, mungkin sudah teramat banyak luka yang kita timbulkan dalam hati Yesus, akibat kejahatan, pelanggaran, kebiasaan buruk dan dosa-dosa kita. Namun Ia tidak pernah membuang kita karena Ia mengasihi kita tanpa syarat, Ia katakan: "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang." (Matius 12:20). Hukum yang mana yang dikehendakiNya untuk menang? Adalah "Hukum Kasih".

Jati diri kita sebagai anak-anak Tuhan harus terpancar dari dalam kehidupan kita, dengan cara melakukan perintahNya yang dikatakanNya dalam Yohanes 15:12 ; "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." Lalu dalam 1 Yohanes 3:16-18 mengatakan: "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."

Dalam iman, pengharapan dan kasih, ingatlah bahwa yang terbesar diantara segalanya adalah KASIH.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Popular Posts