Tuesday, October 03, 2017

Mengelola Dengan Baik

" Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat " (Efesus 5:16).

Kita adalah pengelola dari waktu yg kita miliki. Tuhan sudah memberi kita  "sebagian dari kekekalan"  yg disebut waktu.
Kesempatan emas yg diberikan pada kita ini seharusnya menjadi manfaat bagi kita  dan juga bagi  kemuliaan Tuhan. 
Kalau kita memakai waktu itu dengan bijaksana, maka ini  akan dirajut oleh tangan Tuhan menjadi rangkaian kekekalan yg indah.

Henry Thoreau mengingatkan, " Anda tidak bisa membunuh waktu tanpa melukai ". 

Sedang Calyle mengatakan, "Mereka yg tak menyadari arti Kekekalan, dia tidak menghargai waktu ".

Hidup hanya sekali dan itupun segera berlalu, jangan sia siakan dengan hal yg tak berguna.  Hanya yg dilakukan untuk Tuhan yg tidak sirna. 

Bila kita mengelola waktu dengan baik, maka  kita menabung dan akan memetik hasilnya  .

Doa hari ini : 
Tuhan singkirkanlah kebiasaanku untuk menunda-nunda,  bahkan malas . Begitu gampangnya aku membuang dan mensia siakan waktuku.
Tuhan ubahlah aku agar aku memakai waktuku dengan baik  untuk memuliakanMu, karena itulah yg kekal.

Dari HOPE FOR EACH DAY
By Billy Graham

Integritas Menunjukan Iman

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar".
(Lukas 16:10).

Masa sekarang ini sangat populer kata-kata ini : "Apa yg saya lakukan dalam hidup pribadi saya - itu bukan urusanmu, bukan urusan orang lain".
Oya , benarkah ?  
Apapun yg anda lakukan dalam hidup pribadi anda, bahkan di balik pintu dan tak terlihat orang sekalipun, membangun dan sekaligus menguak karakter anda yg sesungguhnya. Dan bagi Tuhan, Dia melihatnya sejelas dan segamblang siang bolong di depan publik.

Hal-hal kecil yg anda lakukan walaupun itu tidak terlihat sebenarnya menjadi benih berkat Tuhan dalam kehidupan anda. Anda tidak bisa mengkotak-kotakkan kehidupan anda dan berkata, " Saya punya integritas dalam kehidupan publik saya, tapi hidup pribadi saya itu urusan saya" .
Anda tentu punya daftar panjang public figure yg  menjadi skandal ketika hidup pribadinya terkuak.
Apapun dan bagaimanapun, seorang pemimpin yg tidak bisa dipercaya dalam hal hal kecil, juga tak bisa dipercaya dalam hal hal besar.

Yesus berkata dalam Lukas 16:12 , "Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?"

Berabad abad lalu seseorang yg belajar sebuah keahlian, baik berdagang, baik bertukang,  maupun pekerjaan lain, selalu magang pada ahlinya, dan selalu ikut bekerja di situ sebelum dia bisa membuka usahanya sendiri.

Prinsip magang ini juga berlaku untuk bidang kehidupan kita yg lain . Ini berlaku misalnya bagaimana anda memperlakukan barang milik orang lain, bagaimana anda bertanggung jawab pada uang orang lain, bahkan bagaimana anda bekerja di perusahaan/organisasi lain.

Sebelum saya melakukan pelayanan saya, saya juga magang / bekerja melayani sebagai pendeta muda di sebuah organisasi pelayanan lain.
Tuhan melihat bagaimana saya melakukan pelayanan tsb . Dia menguji bagaimana saya melayani di organisasi  tsb, Dia menguji integritas saya. Saya harus membuktikan kesetiaan dan kesungguhan pelayanan saya tsb. sebelum akhirnya Tuhan menuntun saya memulai pelayanan saya sendiri di Saddleback Church.

Kalau seseorang meminjamkan mobilnya pada anda, seberapa anda akan memeliharanya ?  
Bila anda diperbolehkan menempati rumah seseorang, apakah anda memeliharanya seperti layaknya rumah sendiri ? 
Bila anda diberi kesempatan bekerja di sebuah perusahaan, apakah anda sungguh-sungguh bekerja dengan tekun seperti anda bekerja untuk diri sendiri ?

Tuhan menilik anda dan menguji integritas anda. 
Hiduplah dalam FirmanNya.

Dari DAILY HOPE 
By Rick Warren.

Tetap Di Jalur Pengampunan

Pembalasan adalah milik Tuhan. Dia akan menyelesaikannya,  baik itu pada 'Hari Penghakiman' ataupun  dalam kehidupan ini.
Tuhan bisa  menertibkan boss anda yg kasar. Dia juga bisa 'menekuk' lutut mantan anda. 

Pengampunan tidak mengurangi keadilan. Percayakanlah pada Tuhan. Tuhan yg maha adil mempunyai 'resep'nya sendiri yg terbaik.

Mengampuni musuh kita?  Tidak mudah. Tapi ingatlah Efesus 4:26 dan 27  "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu  dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis"
Kepahitan mengundang setan masuk dan  memakai sebagian ruang di dalam hati anda, dia mulai tinggal di hati anda. Setan itu akan terus menggerogoti ruang ruang hati anda yg lain, bau busuknya menyebar kemana-mana.

Tapi waktu anda mengampuni, setan tidak dibukakan pintu, setan tidak  diberi tempat. 
Hati kita tetap bersih. 

Kita  harus tetap berjaga agar  selalu berjalan  di jalur pengampunan. 

Tuhan menolong.

From:  You’ll Get Through This
By Max Lucado.

Melukis Potret

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus".  (Filipi 2:5)

Baca: Filipi 2:1-11

Galeri Potret Nasional di London, Inggris, menyimpan lukisan-lukisan bernilai tinggi dari abad lampau, termasuk 166 gambar wajah Winston Churchill, 94 gambar William Shakespeare, dan 20 gambar George Washington. Saat melihat potret-potret kuno itu, kita mungkin bertanya-tanya: Apakah orang-orang tersebut memang mirip dengan gambar di lukisannya?
Sebagai contoh, ada 8 lukisan wajah pahlawan Skotlandia, William Wallace (hidup sekitar tahun 1270–1305). Namun, kita tidak memiliki fotonya sebagai pembanding. Bagaimana kita tahu para pelukis itu benar-benar akurat dalam menggambarkan Wallace?

Demikian juga dengan gambaran Yesus. Tanpa sadar, orang-orang yang percaya kepada-Nya sedang menggambarkan kesan tentang Yesus di mata orang lain. Tentu bukan dengan goresan kuas dan cat minyak, melainkan lewat sikap, perilaku, dan hubungan kita dengan sesama Apakah lewat semua itu kita menggambarkan isi hati-Nya secara akurat? 
Itulah yang menjadi perhatian Rasul Paulus. Ia menuliskan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp. 2:5). 
Dalam kerinduan untuk menggambarkan Tuhan secara akurat, Paulus mendorong para pengikut Yesus untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya yang rendah hati, rela berkorban, dan penuh belas kasihan kepada sesama.

Ada yang berkata, “Mungkin kita menjadi satu-satunya gambaran Yesus yang pernah dilihat orang.”  
Ketika kita “dengan rendah hati . . . menganggap yang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri” , kita akan menunjukkan hati dan perilaku Yesus kepada dunia.


Ya Bapa berilah aku hati seperti hati Kristus agar orang orang di sekelilingku bisa melihatMu dengan jelas dan rindu untuk mengenalMu juga.

Pengorbanan Kristus mendorong kita untuk rela berkorban bagi sesama.

Dari OUR DAILY BREAD.
By Bill Crowder


Wawasan:
Jemaat di Filipi yang dirintis Paulus dalam perjalanan misinya yang kedua adalah sebuah komunitas yang terus bertumbuh dan setia kepada Kristus; mereka secara aktif mendukung pelayanan Paulus (Flp 1:5; 4:15-18). Dalam suratnya, Paulus mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka sekaligus menyemangati jemaat di Filipi untuk terus bertumbuh dewasa dalam iman mereka, bahkan di tengah tekanan yang mereka hadapi. Paulus menasihati mereka, “...hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus” (1:27), supaya “kamu bercahaya … seperti bintang-bintang di dunia” (2:15). Paulus mendorong mereka untuk meneladani Kristus dalam hal kasih, kesatuan, kerendahan hati, dan pelayanan.  ( Sim Kay Tee )

Tuhan Bukan Kadang-Kadang Menang

Bulan bulan ini mungkin anda merasa dalam situasi seperti  dalam transisi, ketidak pastian, penuh teka teki. 
Tapi bagi Tuhan sama sekali tidak membingungkan. 
Dia bisa dan akan memakainya sesuai RencanaNya.  
Tuhan bukan kadang-kadang  berdaulat, kadang-kadang menang, (juga bisa berarti kadang-kadang kalah) . 
Dia Tuhan yg selalu menang , yang Maha Kuasa. 
Seperti dalam Yeremia 30:24 (TB), "Murka TUHAN yang menyala-nyala itu tidak akan surut sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya" 

Salah satu contoh kisah :  Yusuf dalam penjara. Dari sudut duniawi, penjara Mesir adalah sebuah tragedi untuk hidup Yusup. Sepertinya setan berhasil menang dengan membawa Yusup dalam penjara. Apa yg diinginkan setan sebagai keburukan dipakai Tuhan sebagai ujian untuk membuat  Yusuf makin matang.

Bila anda melihat masalah dan kesulitan hanya sebagai  luka - penderitaan, maka anda akan hidup dalam kemarahan dan kepahitan.  
Namun bila anda melihat masalah dan kesulitan sebagai ujian yg dipakai Tuhan untuk mendewasakan anda dan menjadi kemuliaan Tuhan, maka setiap masalah dan kesulitan menjadi kesempatan yg menyemangati anda untuk mengatasinya dengan sukacita.

From You’ll Get Through This
By Max Lucado.

Popular Posts