Friday, April 14, 2017

Rancangan Tuhan

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." Yesaya 55:8

Ketika doa dan pengharapan kita belum juga terwujud, kita harus mengerti bahwa dibalik semuanya itu ada maksud Tuhan yang jauh lebih baik dari pada yang kita doakan dan harapkan. Sebab "Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita." (Efesus 3:20).

Pahami juga, ketika kita merencanakan sesuatu namun seakan ada saja halangannya, bisa jadi karena rencana kita itu tidak sesuai dengan rencana Tuhan, kita harus menguji ulang pengharapan dan rencana kita agar sejalan dengan apa yang Tuhan kehendaki. Sebab apa yang kita pikir baik ternyata belum tentu baik bagi Tuhan. Yesaya 55:9 mengatakan: "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

Sebagai manusia dengan jangkauan pandang yang terbatas, kita hanya mampu memandang sejauh mata kita dapat melihat, tetapi Tuhan mampu melihat jauh ke depan dan secara keseluruhan tanpa dibatasi oleh apapun juga. Oleh sebab itu, serahkan saja semuanya ke dalam tangan Tuhan yang mampu menjadikan segala yang mustahil menjadi mungkin. Jangan memaksakan kehendak, karena bisa saja apa yang kita inginkan yang akhirnya malah membuat kita jadi menderita, sebab apa yang kita pilih mungkin kelihatan indah di depan mata kita, padahal dibalik keindahannya ada banyak ketidaksesuaian yang dapat menimbulkan permasalahan baru.

Belajarlah untuk menyerahkan segalanya dalam tangan kasih dan kuasaNya, maka kita akan melihat segala sesuatu indah pada waktunya! Biarkan Ia berkarya dalam hidup kita! Percaya saja bahwa yang dirancangkanNya bagi kita hanya kebaikan semata!  Roma 11:33 mengatakan: "alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!" Jadilah tenang dalam rancangan masa depan yang penuh harapan yang disediakanNyq bagi kita yang mengasihiNya.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Pertolongan Tuhan

Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain."
Ulangan 4:39

Seberapapun bumi ini telah terjual kepada Iblis dan menjadi terkutuk pada saat pelanggaran Adam dan Hawa di taman Eden, tetap saja Allah menjadi penguasa atas segala sesuatunya. Sebab Efesus 1:22 mengatakan : "Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada." Dan 1 Korintus 10:26 katakan: 'Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."

Lalu kesusahan apa yang dapat menekan kita jika Tuhan pencipta langit dan bumi bertanggung jawab penuh atas hidup kita? Memang banyak hal yang Tuhan izinkan menyerang hidup kita sampai seakan kita hampir tak berdaya, namun sesungguhnya seluruh beban itu telah diselesaikanNya di atas kayu salib. Ada bagian dimana kita harus cakap menanggungnya dan menjalaninya saja dengan kepercayaan yang penuh kepada Tuhan dan dengan mental seorang pemenang.

Persoalan atau kesesakan sebesar apapun, bagian kita adalah sebagaimana yang dikatakan dalam Mazmur 35:9; "Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya;" Tuhan juga telah memberikan otoritas supaya kita dapat mengatasi segala musuh kehidupan, firmanNya; "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu." (Lukas 10:19).

Satu hal lagi yang harus kita pahami, apapun yang kita hadapi, tetap saja: "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap." (Mazmur 121:2-3) Kita bisa menyebut nama siapa saja, atau penyakit apa saja atau permasalahan seberat apa yang menjadi raksasa yang seakan siap menelan hidup kita, namun yakinlah satu hal bahwa kita punya nama diatas segala nama, Yesus Tuhan, pencipta langit dan bumi. Jadi kuat dan raih setiap kemenangan bersamaNya.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Penyertaan Tuhan

"Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu."
2 Tawarikh 20:17

Sungguh bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita, malah dalam menghadapi segala pencobaan, Ia Allah yang menyertai dan menyelesaikan dengan kemenangan besar. Apa yang terjadi pada Yosafat menjadi gambaran penyertaan keselamatan dan kemenangan yang dari Tuhan.

Dalam 2 Tawarikh 20:1-2 diceritakan bagaimana ketika raja Yosafat menghadapi serangan dari bani Moab dan bani Amon serta pasukan orang Meunim. Yosafat mengakui bahwa ia sangat takut dan tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi lawan. Tetapi dengan kerendahan hati, Yosafat berseru kepada Tuhan: "Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." (2 Tawarikh 20:12).

Tuhan memberikan firmanNya melalui Yahaziel seorang Lewi yang dipenuhi Roh Tuhan: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu." (2 Tawarikh 20:15-17).

Rasanya sulit bagi manusia jika mereka diperintahkan untuk diam saat musuh siap menelan, tetapi Yosafat taat, sehingga Tuhan memberikan kemenangan besar. Kalau Tuhan mampu menolong Yosafat dengan cara yang ajaib, maka Tuhan yang sama pasti juga akan menolong kita. Tetap taat dan lakukan saja apa yang diperintahkanNya. Mazmur 119:143 katakan: "Aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapi perintah-perintah-Mu menjadi kesukaanku." Ketika keadaan menjadi begitu sulit, berpeganglah pada perintahNya, dan lihat keajaiban pembelaan Tuhan akan dinyatakanNya bagi kita yang berlindung padaNya.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Fitnah

"Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta; dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan. Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka."
Mazmur 109:2-4

Pepatah mengatakan; 'Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.' Walaupun tidak membunuh secara fisik, tetapi memfitnah mampu membunuh karakter seseorang, sampai menghancurkan karirnya, masa depannya dan reputasinya. Hal ini seringkali dilakukan oleh para politikus atau pelaku bisnis yang menempuh cara yang kotor untuk menjatuhkan reputasi lawannya, dan meraih keuntungan bagi dirinya.

Perhatikan apa yang dikatakan Daud dalam Mazmur 15:1-3: "TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya." Dengan kata lain, orang yang suka memfitnah tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan sorga.

Mereka yang melakukan fitnah pada awalnya akan merasa puas karena keinginannya untuk menghancurkan orang lain telah berhasil. Mereka lupa bahwa cepat atau lambat apa yang ditabur itu juga yang akan dituai. Imamat 19:16 memperingatkan: "Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN."

Ketika kita mengalami fitnahan yang membuat reputasi kita hancur dan tercoreng, hingga kita menyimpan kemarahan, kebencian dan kepahitan di dalam hati dan terbersit untuk melakukan pembalasan. Roma 12:19 katakan; "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." (Roma 12:19)

Rasul Paulus menasehati: "Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang." (1 Tesalonika 5:15). Apapun yang dilakukan orang terhadap kita, Tuhan ingin melihat respon kita. Ketika Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi pada kita, sebenarnya Ia sedang membentuk kita agar menjadi serupa denganNya. Lakukan saja yang terbaik seperti untuk Tuhan, maka Tuhan akan memulihkan bahkan mengangkat kita tinggi.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Hukuman Tuhan

"Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:" (Lukas 17:26)

Tuhan Yang Maha Pemurah tidak segera menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang berbuat dosa, tetapi Ia selalu memberi waktu dan kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Dalam 2 Petrus 3:9 dikatakan: "...Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."

Namun jangan sekali-kali kita menganggap remeh dan menyalah gunakan kemurahan Tuhan, dan dengan sengaja terus berbuat dosa. FirmanNya katakan: "Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan." (Roma 2:4-5).

Sadarilah bahwa selain  Maha Pemurah, Dia juga adalah Tuhan yang Maha Adil. Dan; "Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman." (Roma 2:6-8).

Ada banyak kisah dalam Alkitab tentang orang-orang yang dengan sengaja mengabaikan peringatan Tuhan dan menyalahgunakan kemurahanNya, yang akhirnya harus menuai kebinasaan. Salah satu contohnya adalah orang-orang yang hidup pada zaman Nuh. Sebenarnya Tuhan tidak langsung menjatuhkan hukumanNya, Dia memakai Nuh untuk menegur dan memperingatkan agar mereka mau berbalik ke jalan Tuhan, tetapi mereka tetap mengeraskan hati dan mengabaikan peringatan Tuhan. Maka Tuhan menyatakan keadilanNya dengan menurunkan air bah ke muka bumi, sehingga semua orang mengalami kebinasaan, kecuali Nuh dan keluarganya yang diselamatkan.

Apa yang dialami oleh orang-orang pada zaman Nuh menunjukkan bahwa kemurahan Tuhan tidak bisa dipermainkan; "Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga." (Roma 11:22). Takutlah akan Tuhan dan turutilah perintah-perintahNya, maka kita akan diluputkan dari hari yang jahat yang akan menimpa seluruh bumi.

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai Bekasi

Popular Posts