Friday, November 10, 2017

Kenyataan Mengejutkan

Kenyataan Mengejutkan!

Bacaan   : 2 Raja-raja 6:24-7:20
Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja...." (2 Raja-raja 7:9)

Marcus, seorang tunawisma, mendatangi Abi's Cafe di Minnesota, US. Abi, pemilik kafe, menanyainya: "Mengapa kamu tidak bekerja? Kamu tahu kan, tak ada yang gratis?" Marcus mau bekerja, namun sebagai mantan napi kelas berat, tak seorang pun mau memercayainya, sebab ia sudah bersalah di masa lalu. Abi pun paham dan mempekerjakannya. Dengan semangat Marcus mencuci piring, membuang sampah, membersihkan kafe, dan tak pernah terlambat. Dari gaji pertamanya, Marcus membeli sandwich dari kafe dan membaginya dengan seorang wanita gelandangan. Abi mengajak orang-orang bersimpati serta memberi orang lain kesempatan kedua, demi kemanusiaan dan kebersamaan.

Ketika terjadi kelaparan dahsyat di Samaria, ibu kota Israel- karena dikepung Benhadad Raja Aram-kepala keledai dan kotoran merpati, menjadi makanan mahal (ay. 25). Bahkan, penduduk saling membantai anak mereka untuk dimakan (ay. 29). Terjadilah mukjizat: Tuhan mengacaukan tentara Aram. Mereka saling membunuh dan lari tunggang-langgang. Lalu empat orang kusta dari Israel memasuki kemah tentara Aram dan mendapati banyak makanan di sana. Karena merasa tak pantas menikmati makanan di tengah penduduk Samaria yang kelaparan, mereka masuk ke kota dan memberi tahu raja serta penduduk Samaria. Padahal, biasanya mereka diusir sebagai pendosa yang terkutuk.

Jangan tergesa memvonis seseorang yang bernasib buruk seumur hidupnya, tanpa memberi kesempatan. Sebab, Allah sanggup mengubah hati dan memakai hidup mereka menjadi berkat bagi orang lain. --SST

SEMUA ORANG TANPA KECUALI BERHAK MENDAPAT

KESEMPATAN KEDUA DARI ANUGERAH ALLAH.

Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

PUSH

P.U.S.H

Seorang pria bertemu Tuhan yang memberinya pekerjaan mendorong batu besar di depan pondoknya dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakannya setiap hari, sejak matahari terbit sampai terbenam. Ketika batu itu tak kunjung bergeser, dalam kelelahannya, ia merasa sedih dan sia-sia.

Ketika ia mulai putus asa, iblis pun mengacaukan pikirannya "Tugas itu sangat tak masuk akal. Engkau tak pernah dapat memindahkannya." Pikiran tersebut membuat laki-laki itu makin putus asa. "Lebih baik aku berhenti berusaha."
Namun, suara kecil di hati mengajaknya berdoa, membawa kesedihannya kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras melayaniMu dengan segenap kekuatanku. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa aku gagal, Tuhan?'"

Tuhan berkata dengan penuh kasih," Sahabatku, ketika Aku memintamu melayaniKu yang Kuminta adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu. Tak sekalipun Aku memintamu menggesernya. Tugasmu hanya mendorong. Dan kini kau datang padaKu, berpikir kau gagal. Benarkah? Lihatlah dirimu! Lenganmu kuat berotot, punggungmu tegap, dan kakimu menjadi kokoh. Kau bertumbuh dan kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski batu itu belum tergeser, panggilanmu adalah menuruti perkataanKu, terus mendorong, belajar setia dan percaya akan hikmatKu. Sahabatku, sekarang Aku yang akan memindahkan batu itu."

Kita cenderung memakai pikiran menganalisa keinginanNya. Sesungguhnya yang Tuhan inginkan adalah agar kita taat dan setia kepadaNya... Yaitu berlatih mendorong gunung masalah kita dan mengalami Tuhan dalam setiap dorongan  sampai Tuhan yang memindahkannya.

Ketika segalanya gagal.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika keluarga berseteru... lakukan P.U.S.H.
Ketika penyakit tak kunjung sembuh... lakukan P.U.S.H.
Ketika uang "lenyap" dan tagihan harus dibayar... lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens

Tetap Semangat...
Terus Bertumbuh...
Terus Belajar...
Gbu.

Dikirim oleh : Yuliana

Berubah

"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
1 Yohanes 2:17

Dalam Matius 24:6-7 Tuhan Yesus mengatakan: "Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat." Mengapa Yesus menubuatkan yang tidak baik tentang keadaan bumi? Padahal manusia menghendaki kehidupan yang bahagia, tenang, aman dan nyaman. Tetapi inilah yang harus terjadi, bumi sedang ada dalam masa-masa sukar.

Rasul Paulus juga mengatakan dalam 2 Timotius 3:1-2a; "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang." Tidak dapat dipungkiri, karena hasrat manusia yang berpusat pada kepentingannya sendiri, maka kejahatan manusia pun semakin bertambah banyak. Demi uang manusia akan melakukan berbagai hal tanpa mempedulikan bahwa yang dilakukannya dapat merugikan orang lain, bahkan banyak tragedi pembunuhan yang disebabkan perebutan harta dan kekuasaan. Mereka juga banyak yang menukar imannya hanya untuk mendapatkan kenyamanan hidup.

Lalu bagaimana seharusnya sikap kita sebagai anak-anak Tuhan dalam menghadapi masa-masa sukar seperti ini? Tuhan tidak pernah berjanji akan menghindarkan kita dari masalah dan kesukaran, tetapi ia berjanji memberikan kekuatan supaya kita dapat menghadapinya. Oleh sebab itu, "hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya." (Efesus 6:10).

Tuhan menghendaki supaya tidak ada seorangpun binasa, maka "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu." (1 Yohanes 2:15). Sebab mengasihi dunia dan segala isinya akan membawa kepada kebinasaan, oleh karena itulah Tuhan tidak tertarik untuk membenahi dunia yang sudah rusak ini, walaupun Ia sanggup melakukannya, tetapi Ia lebih tertarik untuk membenahi karakter kita yang sudah rusak, karena Ia menghendaki supaya kita menjadi sempurna.

Perubahan karakter agar kita menjadi sempurna seperti Dia, tidak dapat terjadi secara instan. Tetapi harus dilatih melalui segala peristiwa hidup yang akan membawa kita semakin mengenal Tuhan dan kehendakNya. Sehingga apapun kesukaran hidup yang kita alami, tidak akan menggoyahkan iman kita kepada Tuhan, bahkan kita dapat katakan dari lubuk hati kita yang terdalam: "Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya." (Mazmur 73:25-26).

Sumber : Pdt Sylvia Supangkat, GPIA El Shaddai, Bekasi

Apa Yang Anda Cari

Bacaan: Markus 14:1-9
Datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya (Markus 14:3)

"Berhenti! Ada sepasang sepatu yang bagus! Pelan-pelan, Anda baru saja melindas sebuah martil! Lihatlah jaket di parit itu!" Ini adalah seruan-seruan dari seorang penumpang kepada si pengemudi, saat mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan kira-kira 112 km per jam. Setelah beberapa jam mendengarkan komentar-komentar yang serupa, akhirnya si pengemudi menyimpulkan dua hal:

Kehidupan si penumpang banyak diwarnai dengan hal-hal yang ia temukan di tepi jalan.

Kita semua melihat apa yang kita cari. Saat kita menjalani hidup, fokus pandangan kita mengungkapkan keinginan hati kita.

Pada minggu terakhir sebelum Yesus disalibkan, para imam kepala dan ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh-Nya (Markus 14:1).Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus (ayat 11). Seorang wanita, yang kita kenal sebagai Maria dari Betania, berupaya menunjukkan kasihnya kepada Allah (Yohanes 12:1-3). Dan mereka semua mendapatkan kesempatan-kesempatan yang mereka cari.

Bacaan Alkitab hari ini mengajak kita untuk memusatkan perhatian kepada Kristus dan kerinduan-Nya yang terdalam yang menyebabkan Dia mati karena dosa-dosa kita. Seperti Maria, semoga kita memiliki hati yang selalu mencari kesempatan untuk berkata kepada Juruselamat kita, "Aku mengasihi Engkau" --David McCasland

KITA DAPAT MENGASIHI YESUS SANGAT SEDIKIT
TETAPI TIDAK PERNAH MENGASIHINYA TERLALU BANYAK

Sumber : Pdt Bambang Soebowo, GBI Eben Haezer - Jl. K.H.Wahid Hasyim no.67 - Jakarta Pusat

Sehat

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak  bercacat pada kedatangan  Yesus Kristus, Tuhan kita. ( 1 Tes 5: 23)

Health does not always come from medicine. Most of the time it comes from peace of mind, peace in the heart, peace of the soul. It comes from laughter and love. ( Kesehatan tidak selalu datang dari obat tetapi sebagian besar datang dari damai di pikiran, damai di hati, damai di jiwa yang datang dari sukacita dan kasih.)

Akhir- akhir ini banyak orang yang sakit tidak hanya tubuhnya tetapi jiwanya. Tubuh sakit bisa disembuhkan dengan obat tetapi jiwa yang sakit tidak dapat disembuhkan hanya dengan obat. Hati yang tenang bersandar kepada Tuhan, damai di pikiran, hati dan jiwa akan menyehatkan tubuh. Resep obat jiwa yang sakit adalah firman Tuhan. Apa yang Tuhan firmankan adalah pedoman yang bukan hanya sekedar tahu sebagai pengetahuan tetapi direnungkan dan dilakukan. Jika itu yang kita lakukan maka kita akan sehat tubuh , jiwa dan roh. Ada ayat yang menunjang :

- " Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!  " (Yer 17:7)

- " Hati yang gembira membuat muka berseri- seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. ( Ams 15:13)

- " Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. ( Ams 17: 22)

- Bersukacitalah  dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! ( Rm 12: 12)

- Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. ( Ibr 12: 14)

Mari kita hidup di dalam sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan yang membuat tubuh , jiwa dan roh kita sehat sempurna. Pilihan ada di tangan kita masing- masing. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Rina Adhisurya

Popular Posts