Thursday, October 23, 2008

Pengalaman Kematian

Pengalaman Kematian

Raymond Moody (lahir 30 Juni 1944) adalah seorang psikolog dan dokter. Pada tahun 1975 menerbitkan buku Life After Life yang menceritakan pengalaman kematian dari 150 orang yang dikategorikan mati secara klinis.

Tercatat ada 9 pengalaman yang umum ditemukan pada orang2 tsb. Berikut sembilan pengalaman itu:

1. Suara aneh
Suara yang tidak menyenangkan, suara dering, suara mendesing

2. Perasaan damai dan bebas sakit
Walau seseorang meninggal akibat sakit parah, pada saat dia meninggalkan tubuh, dia akan merasa sehat dan bebas segala penyakit. Begitupun yang lumpuh, dia bisa berjalan sempurna. Kemudian perasaan damai menyertai mereka.

3. Pengalaman keluar dari tubuh
Hampir semua orang yang diteliti mengalami pengalaman keluar dari tubuh mereka. Mereka bisa melihat tubuh mereka yang mati dan juga melihat dokter atau keluarga yang berada disekitar tubuh mati mereka.

4. Pengalaman terowongan
Pengalaman ini dirasakan sebelum tubuh mereka keluar dari tubuh mereka. Mereka merasakan ditarik atau melewati terowongan yang gelap dengan kecepatan tinggi hingga mencapai suatu tempat yang bercahaya putih.

5. Diangkat ke langit
Bagi yang tidak mengalami lewat terowongan, mereka bercerita diangkat ke langit dan merasa berada di luar angkasa sehingga bisa melihat bumi dan alam semesta

6. Orang2 bercahaya
Diujung terowongan (lihat no.4) atau di langit (lihat no.5) mereka akan bertemu dengan makhluk2 yang bercahaya menyambut mereka dan mereka adalah orang2 yang telah mati yang mereka kenal (sahabat mereka atau keluarga mereka yang sudah lama meninggal)

7. 'Makhluk Cahaya'
Dikatakan makhluk karena mereka tidak pernah bisa melihat jelas bentuk makhluk ini. Mereka hanya melihat cahaya yang luar biasa terang (tapi anehnya tidak menyilaukan mata mereka) dan mereka bisa merasakan betapa makhluk cahaya tersebut memancarkan cinta kasih dan kehangatan serta kebahagiaan. Beberapa dari mereka menganggap makhluk tersebut Kristus Yesus karena Yesus mengatakan diri-Nya adalah Terang Dunia (Yohanes 8:12).

Makhluk ini berkomunikasi dengan mereka dengan tanpa mengeluarkan perkataan. Namun mereka dapat menerima perkataan itu. Dan diantara perkataan itu ialah 'Sudah siapkah Sdr mati? Apa yang sudah kamu kerjakan selama ini? Apakah semua itu berarti/berguna untukmu?'

Pada saat yang sama juga mereka menerima pernyataan bahwa mereka belum saatnya mati dan akan dikembalikan pada kehidupan.

8. Pemutaran Ulang
Pada saat bertemu dengan makhluk cahaya, mereka selalu ditunjukan pemutaran ulang semua perbuatan mereka. Bak menonton film 4 dimensi yang memutar balik semua apa yang mereka kerjakan dari lahir hingga mereka 'mati'. Film berputar cepat sekali tetapi tidak membuat mereka pusing menonton. Semua terlihat secara rinci dan mengingatkan mereka pada kebaikan dan kejahatan yang mereka lakukan.

9. Segan Kembali
Karena nikmatnya pertemuan dengan makhluk cahaya ini, mereka semua mengatakan segan untuk kembali hidup. Dan sesuatu terjadi pada diri mereka setelah itu. Pandangan mereka tentang hidup ini berubah dan mereka banyak bercerita tentang pengalaman ini. Perbuatan mereka pun berubah ke arah yang lebih baik.

Disarikan dari buku : Hidup Sesudah Mati (Life After Life) - Raymond A Moody, JR., M.D - Gramedia

Disarikan oleh : Deny S Pamudji

Catatan : Setelah menulis buku ini, Raymond keranjingan untuk meneliti lebih lanjut kehidupan sesudah kematian. Sayangnya Raymond tidak merujuk pada Alkitab, tetapi pada pengajaran2 lain tentang hal itu. Bahkan Raymond mengatakan telah melihat kehidupan dia sebelum kehidupan ini. Raymond juga membuka pusat penelitian paranormal dan mempopulerkan psikomentum yakni suatu upaya membuat seseorang merasakan pengalaman kematian di atas dan juga upaya untuk melihat kehidupan lampau seseorang.

Hati2lah dan jangan sampai mencoba metode Raymond ini. Semua hanya akan membawa pada kesesatan.

2 comments:

Anonymous said...

Saya pernah baca buku ini tapi itu sudah cukup lama, sampe2 gak ingat lagi apa isi ceritanya kecuali garis besarnya saja.
Apa yg ditulis Dr. Moody dalam bukunya Life after life sebenarnya tidak lepas dari latar belakang pendidikan, profesi, pengalaman dan minat Dr. Moody dlm bidang filsafat, psikologi, psikiatri dan terakhir parapsikologi. Begitu pula dgn apa yg diungkapkan oleh responden NDE, semuanya tidak lepas dari tingkat kematangan emosi/mental dan kesadaran responden masing2.
Kristus mengatakan “In my father’s house are many mansions”. Ada banyak alam2 rohani di dunia non-phisik ini, tingkat kesadaran dan kematangan emosi/mental responden akan menentukan ke alam mana mereka akan pergi.
Seseorang yg baru sampe di Ciawi, tentu belum bisa bercerita apa yg terjadi di Cisarua, Cibulan, Cibodas atau bahkan di Puncak. Tapi bagi para penghayat Kerohanian yg telah menjalani mati selagi hidup, perjalanan ke dimensi lain bukanlah sesuatu yg insidentil tapi transidental. Bukan dlm keadaan tercekam seperti orang yg menghadapi sakratul maut, melainkan dlm keadaan damai dan suka-cita. Bukan terpaksa karena terpojok situasi, melainkan atas kehendak sendiri. Bukan samar2 atau remang2, melainkan transparan. Bukan dalam keadaan bermimpi, melainkan dlm kondisi kesadaran penuh.
Sebenarnya hampir semua orang bisa melakukan OEB dan itu bukan berarti mrk hrs melewati sakratul maut atau menjadi penghayat kerohanian dulu. Seorang pemabuk atau org yg tertidur lelap sekalipun, contoh ekstremnya, sebenarnya juga bisa melakukan OEB. Bedanya, yg satu pergi ke alam rohani yg rendah dan karenanya tdk mengalami pengalaman yg menyenangkan, sedang lainnya naik ke alam2 rohani yg luhur yg very lifting. Yg satu mengingat2 perjalannya separo sadar bahkan tidak jarang menganggapnya sbg mimpi, sedang lainnya mengingat peristiwa demi peristiwa dgn penuh kesadaran. Itulah bedanya org yg mengalami NDE/OEB dgn mrk yg melakoni “die to live”. Salah seorang Rasul bahkan mengatakan “I die daily”.
Sekiranya saja Dr. Moody memahami dimensi2 lain di luar dari dimensi phisik, maka data2 mentah yg ia peroleh dari responden sekalipun bisa diolah/dikembangkannya menjadi bahan yg hidup dan menarik. Ibarat kalimat yg kurang lengkap, Dr. Moody lah yg berperan untuk meluruskannya.
Sekalipun demikian, saya memberikan apresiasi terhadap jerih payah Dr. Moody yg telah melakukan penelitian ini dan mengangkatnya ke permukaan.
Simak kesimpulan akhir Dr. Moody setelah beliau melakukan begitu banyak seminar dan ribuan kali pertanyaan pasca sukses penerbitan bukunya Life after life. Apa yg dikatakannya patut menjadi bahan renungan kita semua (TN).

Deny S Pamudji said...

Terima kasih atas komentar Sdr atas artikel ini. Ada banyak alam selain alam ini. Di Buddhisme dikenal 50 alam/dunia. Di Alkitab sendiri mulai dengan Roh (Kej 1:2) dan berakhir dengan Roh (Why 22:17). Banyak macam roh ada disebutkan, namun yang terpenting ialah Roh Kudus yang seharusnya bekerja (jika tidak diremehkan) pada setiap orang percaya (1 Kor 12:4-11, Gal 5:16-26). Tuhan Yesus memberkati Sdr.

Post a Comment

Popular Posts

Flash Labels by NBT