Showing posts with label iblis. Show all posts
Showing posts with label iblis. Show all posts

Monday, May 12, 2008

Mengalah Itu Indah

Mengalah itu Indah
The Grace of Yielding

oleh Derek Prince
disarikan oleh Deny S Pamudji

Umat Kristen diharapkan tidak mengalah terhadap dua hal, yakni terhadap Iblis (Yak 4:7) dan terhadap bujukan dosa (Rm 6:12).

Berbeda dengan jalan pikiran kebanyakan orang yang bersemboyan, “Kejarlah keuntungan yang bisa kau dapatkan selama ada kesempatan”, umat Kristen justeru diharapkan untuk memperhatikan pihak yang lemah, merawat yang sakit, dan menolong orang yang tidak berdaya (Rm 14:1; Yak 5:14).

Kekuatan rohani kita ditunjukan dengan sanggup tidaknya kita menanggung kelemahan orang yang tidak kuat imannya dengan tanpa mencari kesenangan / kepentingan kita (Rm 15:1).

Tidak mencari kesenangan sendiri merupakan kewajiban bagi umat Kristen karena Kristus dalam Lukas 9:23 mengatakan setiap orang yang mau mengikuti-Nya diharuskan menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan mengikuti-Nya.

Salib kita bukanlah suami/isteri kita dan juga bukan penyakit kita. Salib kita ialah apabila kita berhenti untuk menyenangkan diri sendiri. Charles Simpson mengatakan salib (cross) adalah di mana kehendak kita dan kehendak Allah saling bersilangan atau bertentangan.

Memikul salib dan menyangkal diri berlawanan sekali dengan cara berpikir normal. Malah kelihatan bodoh dan lemah, tetapi Firman Allah mengatakan, “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia” (1 Kor 1:25)

Ciri-ciri yang menandakan bahwa kita ini benar-benar milik Allah bukanlah kepandaian berbahasa roh atau kemampuan melakukan perbuatan mujizat, melainkan apakah kita memiliki Roh Kristus (Rm 8:9) yakni suatu roh atau peringai yang ramah, lembut, dan rendah hati (Fil 2:6).

Rela untuk melepaskan sesuatu, memang terkadang terlihat kurang adil atau tidak masuk diakal. Tetapi itu tidak menjadi soal. Yang penting biarlah Allah sendiri yang mengaturnya sebab Dia-lah yang berdaulat. Itulah yang disebut percaya atau menaruh iman.

Pada saat Abraham diperintahkan Allah untuk meninggalkan Ur Kasdim (Kej 12:1), maka dengan tanpa banyak tanya, Abraham meninggalkan segalanya. Namun Abraham tidak memenuhi perintah Allah dengan sepenuhnya sebab dia membawa ayahnya dan keponakannya, Lot. Justeru dua orang inilah yang kemudian membuat perjalanan Abraham ke Kanaan menjadi terhambat (Kej 13; Kis 7:4).

Abraham juga pernah melakukan suatu kesalahan yang dampaknya masih kita rasakan saat ini yakni suatu perselisihan antara keturunan Ismail (anak Abraham dari Hagar, pembantunya) dan keturunan Ishak (anak Abraham dari Sara, isterinya).

Abraham yang dijanjikan suatu turunan yang besar (Kej 12:2;15:5) menanti hingga 10 tahun (Kej 16:3), tetapi tidak juga dia mendapat turunan sehingga Sara meminta Abraham untuk menghampiri Hagar dan lahirlah Ismail (Kej 16:2,15).

Dari pengalaman Abraham, kita mendapat pelajaran bahwa jangan sekali-kali mencoba merebut atau mengambil hak dan warisan yang diberikan oleh Allah dengan menempuh cara-cara kedagingan atau menuruti hawa nafsu (1 Ptr 1:16; 2 Ptr 1:4). Atau dengan perkataan lain, jangan mendahului Tuhan dalam bertindak.

Namun Abraham mencatat suatu tindakan iman yang luar biasa ketika dia dengan rela mau mengorbankan Ishak, anak sah satu-satunya. Di sini Abraham dengan yakinnya percaya bahwa Allah sanggup menghidupkan kembali anaknya sehingga dia bisa mengatakan kepada kedua bujangnya bahwa dia akan kembali bersama anaknya (perhatikan kata ‘kami’ dalam Kej 22:5).

Dan memang benar sikap rela memberi sesuatu yang berharga dari Abraham mendapat imbalan yang besar sebab ternyata Allah menyediakan korban bakaran (Kej 22:11-14) dan bahkan Allah bersumpah untuk memberkati Abraham dengan berlimpah-limpah dan membuat turunannya menjadi sangat banyak seperti bintang dilangit (Kej 22:15-17).

Sebagai penutup, kita akan mempelajari perkataan Yesus dalam Yoh 12:24 yakni “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh kedalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Derek Prince dalam kesaksiannya mengenai firman di atas mengatakan bahwa dia dulu hanya melakukan pelayanan kelepasan. Pelayanan itu membuat dirinya menjadi terkenal sehingga dia memegang erat-erat keahliannya. Tetapi kemudian ada dua orang hamba Tuhan datang menyadarkannya (disamping firman itu sendiri) sehingga dia mulai bersedia memberikan tugas pelayanan kelepasan tersebut pada hamba Tuhan lain. Hasilnya Derek menjadi mempunyai banyak waktu untuk tugas di luar dan jemaatnya pun tidak terlantar karena ada hamba Tuhan lainnya yang membantu. Dan jadilah biji yang jatuh itu mati dan berbuah banyak. (Bandingkan dengan Mat 25:14-30)

Permainan Iblis

Permainan Iblis
(Games Satan Plays)
oleh S. Badlwin
disarikan oleh Deny S Pamudji

Dalam bukunya I Talked With Spirits, Victor Ernest menceritakan upacara kemasukan roh yang pernah dihadirinya. Mereka mulai dengan mengucapkan Doa Bapa Kami, menyanyikan lagu-lagu rohani kuno terkenal dan memohon dengan nama Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Pada saat Ernest sadar akan Firman Allah Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu apakah mereka berasal dari Allah (1 Yoh 4:1), ia mengambil keputusan untuk menanyai roh itu.

Roh itu menjawab, ya, Yesus adalah Anak Allah. Roh itu menyatakan, orang harus percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat Dunia. Pada saat Ernest menanyakan apakah Yesus mati di salib dan mencucurkan darah-Nya untuk mengampuni dosa, si pengantara roh jatuh dari kursinya dan tergeletak mengerang-ngerang di lantai sehingga berakhirlah upacara itu. Demikianlah, sejauh keyakinan Ernest, roh tersebut gagal dalam ujian itu dan ternyata bukan berasal dari Allah.

Dr Koch mengatakan ia mengetahui adanya roh-roh jahat yang lulus dalam ujian tentang Firman Allah yang menyatakan Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia berasal dari Allah (1 Yoh 4:2). Dr Koch selanjutnya menjelaskan Iblis juga telah mempelajari beberapa hal karena hal itu ada tertulis. Orang harus menguji roh-roh dengan dasar seluruh Kitab Suci dan bukan berdasarkan atas satu ayat itu saja.

Beberapa ajaran sesat sangat menekankan salah satu nama Allah (Yehova); sebagian yang lain mempunyai suatu sistem yang legal yang menekankan beberapa peraturan tertentu; sebagian lain lagi melebih-lebihkan pentingnya upacara tertentu, sedangkan yang lainnya senang akan kuasa roh yang tersembunyi dalam setiap orang dan menyodorkan kunci-kunci untuk membuka kuasa itu.

Banyak pemujaan kepada Iblis mengajarkan etika yang baik, pikiran yang sehat, pikiran yang positif, pembaruan sosial, dan banyak hal yang baik lainnya. Namun jika sistem tidak menyatakan segala kebenaran Injil, sistem itu bukan dari Allah.

Oleh karena itu seharusnya jelas bahwa kalau seorang menyatakan ia menggunakan magi putih (white magic) atau ilmu gaib untuk kebaikan, atau seorang peramal menyatakan karunianya untuk kebaikan (dan tidak mengambil untung sesen pun) atau kalau seorang pengantara roh itu baik dan ramah - tidak selalu berarti Iblis tidak menyokong kegiatan-kegiatan mereka. Ingat, hasil dari beberapa pelayanan orang-orang itu mungkin sangat baik. Namun bayarannya adalah kesehatan akal seseorang atau bahkan jiwa seseorang yang kekal.

Dalam bukunya, Between Christ and Satan, Dr Koch menulis tentang seorang wanita yang disembuhkan dari TBC tetapi kemudian menderita gangguan-gangguan mental dan psikis. Wanita itu mempunyai suatu jimat yang harus selalu disimpan karena orang yang menyembuhkan penyakitnya menyatakan bahwa seandainya jimat itu dibuang, dalam beberapa hari saja ia (wanita itu) akan mati. Dr Koch membujuk agar wanita tersebut memberikan jimat itu kepadanya. Wanita itu terkejut ketika Dr Koch memperlihatkan bahwa jimat itu bertuliskan Jiwa saya milik setan.

Dr Koch mengatakan bahwa kesembuhan-kesembuhan yang berasal dari Iblis, sebenarnya perubahan dari penyakit fisik ke penyakit psikis. Orang-orang yang disembuhkan itu menjadi budak kekuatan gaib dan keadaannya justeru lebih buruk daripada yang sebelumnya.

Jelas bahwa Iblis dapat lebih berhasil dalam menipu orang-orang apabila ia menampakkan diri sebagai pribadi yang baik. Alkitab memperingatkan agar kita tidak tertipu dalam hal itu. Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang yang menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor 11:13)

Permainan Iblis yang tertua ialah membengkokan pikiran. Di manapun Allah menetapkan batas-batas, Iblis akan mengusahakan agar kita melangkahi batas-batas itu. Iblis tidak akan membiarkan kita memikirkan segala hal yang diperbolehkan, melainkan dia membiarkan kita hanya memikirkan apa yang dilarang. Ini merupakan variasi teknik agar kita meragukan Kasih Allah.

Iblis membuat kita berpikir bahwa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus sama seperti masuk dalam pembuangan di Siberia. Kenyataannya Allah tidak menentang kita menikmati waktu untuk bersenang-senang dan menikmati hidup. Alkitab mengatakan Ia memberikan kita segala sesuatu untuk dinikmati (1 Tim 6: 15)

Allah menunjukkan kasih-Nya bukan dengan perkataan semata. Kayu salib yang ditengah, yang terpancang di atas bukit Golgota di mana Yesus memikul penderitaan neraka untuk menebus dosa kita dan membawa kita dalam persekutuan keluarga Allah yang penuh kasih  membuktikan kasih-Nya tidak perlu diragukan.

Allah ingin memberikan lebih banyak lagi kepada kita. Jika kita sudah menjadi milik-Nya, Ia ingin mengembangkan dalam diri kita suatu watak baru yang tidak ternilai oleh harta, ditambah dengan hal-hal lain yang lebih baik dan menyenangkan dalam kehidupan sampai tingkat pada kasih dan tabiat seperti Kristus. Kembalikan rencana hidup saudara kepada Kristus. Ia akan menghancurkan Iblis di bawah kaki Saudara (Rom 16:20).

Berkat Atau Kutuk

Berkat atau Kutuk
Blessing or Curse: You can choose
oleh Derek Prince
disarikan oleh Deny S Pamudji

Berkat atau kutuk merupakan hal yang termasuk dalam alam yang tidak kasat mata yaitu alam roh. Keduanya merupakan alat atau sarana bagi kekuatan supranatural yaitu kuasa roh. Berkat bersifat positif karena mendatangkan akibat baik dan bermanfaat; kutuk bersifat merugikan karena mendatangkan akibat buruk dan membahayakan.

Baik berkat maupun kutuk mempunyai 2 ciri kesamaan yakni :
1. Keduanya tidak hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, tetapi juga berpengaruh pada keluarga, bangsa, dan negara
2. Keduanya cenderung berlangsung terus menerus dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.

Seseorang dapat dikatakan terkena kutuk apabila mendapatkan tanda-tanda sebagai berikut :
1. Gangguan jiwa atau emosi
Kegilaan, hilang akal, kebingungan, ketakutan, kepanikan, kekacauan, hati yang gelisah, hati yang gemetar selalu, duka cita, jiwa yang merana, cemas, dan putus asa. (Ul 28:20,28,34,65) Gejala ini hampir dapat dipastikan karena terlibat dalam kuasa kegelapan/okultisme.

2. Penyakit menahun/kronis atau penyakit kambuhan yang bersifat menurun.
Penyakit sampar, penyakit demi penyakit, penyakit menular, radang, bengkak-bengkak, infeksi, batuk kering, paru-paru, bisul-bisul, kudis yang gatal, kebutaan, penyakit yang tidak dapat disembuhkan, penyakit keras yang menahun, wabah yang tidak dapat dihentikan. (Ul 28:21,22,27,28,59,61)

3. Kemandulan, keguguran kandungan yang berulang kali, atau penyakit kewanitaan lainnya.
Mandul, keguguran yang berulang kali, tidak pernah mendapat haid, masa haid yang tidak teratur, kejang pada masa haid, frigiditas, kista, tumor atau kelainan struktural pada organ yang berhubungan dengan proses mendapatkan keturunan. (Ul 28:18)

4. Kehancuran atau keretakan dalam rumah tangga. (Ul 28:41)

5. Selalu kekurangan uang. (Ul 28:17,29,47,48)

6. Cenderung atau sering mengalami kecelakaan. (Ul 28:29)

7. Banyaknya kasus bunuh diri atau kematian yang tidak wajar atau mati muda dalam keluarga. (Ul 28)

Adapun penyebab kutuk antara lain :
1. Menyembah ilah
Berhala (Kel 20:1-5), tenung (1 Sam 15:23), okultisme (Ul 18:10-13)

2. Dosa moral/etika
Tidak menghormati orangtua (Ef 6:1-3), menindas orang lemah, abortus, penyimpangan seks (Ul 27; Im 18:22), berzinah (Ams 5:3-6)

3. Anti Yahudi (Kej 12:2-3; Bil 24:9)

4. Legalisme, kedagingan, dan kemurtadan
Legalisme ialah usaha manusia untuk menjadi benar di mata Tuhan dan/atau upaya manusia menambah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi suci dihadapan Tuhan. Padahal usaha manusia menjadi benar tidak pernah berhasil (Rm 3:20) dan manusia disucikan hanya karena karunia (Rm 4:24,25)
Kedagingan ialah sifat keduniawian (Gal 5:19-21). Kemurtadan ialah mengajarkan Injil secara tidak benar atau menyelewengkan Injil (Gal 1:6-9)

5. Mencuri, sumpah palsu dan mengambil hak Tuhan (Zak 5:1-4; Mal 3:8-9)

6. Ucapan orang yang berotoritas (Kej 31:32)

7. Kutukan yang dibuat sendiri (Mat 12:36-37; Ams 6:2)

8. Menjadi hamba-hamba Iblis (Yeh 13:17-20)

9. Bicara sia-sia, menggerutu, mengeluh, menfitnah, mengumpat, menghakimi (Yudas 16-19; Titus 3:2; Mat 7:1-2, 12:36; Rm 1:29-30)

10. Berdoa dengan hawa nafsu (Ams 28:9; Yak 3:14,15)
Contoh doa dengan hawa nafsu : 1. Doa yang bersifat menuduh; 2. Doa untuk menguasai atau memanipulasi

Kutuk menjadi Berkat
Kutuk tidak akan hilang sebelum terjadi korban. Allah telah menyediakan korban yang sempurna untuk kita. Sebab oleh satu korban saja Ia (Yesus) telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan (Ibr 10:14).

Di dalam Yesus-lah ada keselamatan dan berkat karena :
1. Yesus dijatuhi hukuman supaya kita memperoleh pengampunan
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati dalam dosa, hidup untuk kebenaran. (Yes 53:5)

2. Yesus disakiti dan dilukai supaya kita menerima kesembuhan
Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh (Yes 53:6)

3. Yesus dijadikan dosa supaya kita dikuduskan
Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya (Allah) menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia (Yesus) kita dibenarkan Allah (2 Kor 5:21; Yes 53:10)

4. Yesus mengalami kematian supaya kita memperoleh kehidupan
Sebab upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rm 6:23)

5. Yesus menjadi miskin supaya kita menjadi kaya
Musa menyebutkan empat hal yang menggambarkan puncak kemiskinan yakni kelaparan, kehausan, ketelanjangan, dan kekurangan dalam segala hal. Yesus mengalami kelaparan (Mat 4:2), kehausan (Yoh 19:28), ketelanjangan (Yoh 19:23), dan kekurangan dalam segala hal (Luk 23:50-53 - Yesus dikuburkan dengan jubah orang lain dan dalam kubur orang lain pula)
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita, Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya (2 Kor 8:9)

6. Yesus menjadi hina dan tertolak supaya kita mendapat kemuliaan dan diterima Allah
Kehinaan yang Yesus alami ketika digantung di kayu salib (Mat 27:35-44) dan penolakan Bapa akan seruan-Nya (Mat 27:46) membuat jalan menuju Bapa menjadi terbuka (Mat 28:51) dan kita mendapat kemuliaan karena dapat menjadi anak-anak Allah (Ef 1:5-6)

7. Yesus menjadi terkutuk supaya kita memperoleh berkat
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis Terkutuklah orang yang digantung di kayu salib (Ul 21:23) Yesus Kristus telah membuat ini supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14)

Tujuh langkah untuk mendapat kelepasan
1. Akuilah Kristus dan pengorbanan-Nya bagi Anda
Dalam Roma 10:9-10 dikatakan selain Anda harus percaya dalam hati Anda, Anda juga harus mengakuinya dengan mulut.

2. Bertobatlah dari segala pemberontakan dan dosa Anda

3. Mintalah ampun atas semua dosa yang telah Anda lakukan

4. Ampunilah semua orang yang pernah merugikan atau berbuat salah terhadap Anda

5. Putuskanlah segala hubungan dengan okultisme/kuasa gelap dalam bentuk apapun.

6. Ucapkanlah doa pelepasan kutuk dan percayalah bahwa Anda telah menerima kelepasan itu

7. Hiduplah terus dalam berkat

Doa kelepasan
Tuhan Yesus Kristus, aku percaya bahwa Engkaulah Anak Allah dan jalan satu-satunya yang menuju kepada Allah; dan Engkau telah mati di kayu salib untuk dosa-dosa yang kulakukan, namun kemudian bangkit dari antara orang mati.
Sekarang aku tidak akan memberontak dan berdosa lagi terhadap-Mu dan aku berserah kepada-Mu karena sesungguhnya Engkaulah Tuhanku.
Kumengaku semua dosaku dihadapan-Mu dan kumohon pengampunan-Mu, terutama atas dosa-dosa yang menyebabkan diriku terkena kutuk. Lepaskanlah diriku juga dari akibat-akibat dosa-dosa nenek moyangku di masa lampau.
Aku memutuskan atas kemauanku sendiri untuk mengampuni semua orang yang pernah merugikanku atau menyakitiku seperti aku ingin Tuhan mengampuniku sendiri. Terutama sekali aku mengampuni ... (sebutkan nama-nama orang tersebut)
Aku membatalkan dan memutuskan segala hubunganku dengan hal-hal yang bersifat mistik dan yang berasal dari Iblis. Seandainya aku masih memiliki benda-benda tertentu yang menghubungkan diriku dengan Iblis, saat ini juga kubatalkan segala hak atau kekuasaan yang dimiliki Iblis atas kehidupanku.
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa di kayu salib Engkau telah menanggung segala kutuk yang mungkin mengikat diriku selama ini. Karena itu kuminta Engkau untuk melepaskan diriku dari segala kutuk yang mengikat kehidupanku.
Dengan iman aku menerima kelepasanku sekarang dan kuucapkan terima kasih atas kelepasan tersebut.
Tuhan Yesus, sekarang aku membuka diri untuk menerima berkat-Mu. Cara apapun yang hendak Kau pakai untuk menyampaikannya, kuserahkan semuanya kedalam kehendak-Mu saja. Amin.

Bebas Dari Cengkraman Setan

Bebas dari Cengkraman Setan
He Came to Set the Captives Free

oleh Rebbeca Brown, M.D
disarikan oleh Deny S Pamudji

Elaine lahir dengan keadaan tubuh yang tidak rupawan. Seringkali dia menerima hinaan dan dikucilkan dalam pergaulan. Roh pemberontakan dan dendam yang ada di dalam dirinya mendorong dia belajar ilmu gaib pada perkumpulan penyembah setan (brotherhood).

Karena semangatnya yang tinggi dan bakat yang dimilikinya, Elaine berhasil mencapai ilmu gaib tertinggi dalam waktu singkat dan bahkan diangkat menjadi Mempelai Iblis. Syukurlah dalam hati Elaine masih terdapat kasih yang mencegah dia melakukan pembunuhan. Sikap tidak mau membunuh (atau menyediakan korban) membuat Iblis berulang-kali menghukumnya.

Setelah beberapa lama mengikuti Iblis, Elaine mulai terbuka pikirannya dan mengerti bahwa Iblis bukanlah Bapa yang penuh kasih melainkan Bapa Pembunuh dan Bapa Dusta. Kebaikan yang dilakukan Iblis padanya bukanlah sesuatu yang diberikan tanpa pamrih. Iblis selalu menuntut segala sesuatu yang telah diberikannya dengan imbalan lain.

Elaine kemudian berusaha lari dari Iblis. Mulailah terjadi perang rohani antara Elaine dengan Iblis dan para pengikut setan. Dengan dibantu oleh dokter Rebecca yakni dokter yang pernah dicobanya untuk dibunuh, dan juga bantuan rohani dari Pendeta Patt, akhirnya Elaine berhasil memutuskan kuasa kegelapan yang mengikatnya.

Setelah bertobat dan hidup baru, Elaine bersaksi bahwa pada saat ini pengikut setan menjalankan program aktif terpadu untuk menghancurkan umat Allah. Adapun strategi yang dipakai dimulai dengan mendekati persekutuan umat Allah dan kemudian melakukan tindakan-tindakan berikut :

1. Pernyataan Iman
Mereka (penyembah/pengikut setan) mendekati gereja dan membuat pernyataan iman palsu. Mereka seakan-akan menerima Kristus dengan sepenuh hati. Pada mereka tampak ada karunia roh kudus seperti bicara dalam bahasa lidah, tetapi pada sesungguhnya bahasa lidah mereka merupakan kutuk-kutuk yang mereka keluarkan untuk umat Allah. (Itulah sebabnya mengapa Paulus berkata bahwa suatu bahasa lidah tidak akan berguna jika tidak ada karunia untuk menafsirkannya)

2. Membangun Kredibilitas
Mereka merupakan pengunjung gereja yang setia dan ringan tangan dalam membantu proyek pelayanan. Semua ini dilakukan selain untuk meneliti siapa-siapa yang sungguh-sungguh melayani, juga untuk mendapatkan kredibilitas (kepercayaan atau kepopuleran) di mata jemaat.

3. Menghancurkan dasar doa
Mereka kemudian mengikuti paduan suara dan persekutuan doa. Kemudian mereka membuat dalih bahwa satu acara (misalnya persekutuan doa) mengganggu acara lain (misalnya paduan suara). Setelah itu mereka mengusulkan dibentuknya kelompok-kelompok kecil dan melakukan pemuridan. Padahal dalam kelompok kecil maupun pemuridan, mereka mulai memasukan ajaran setan.

4. Gosip
Mereka memberi umpan (misalnya mendorong gembala untuk mengunjungi anggota jemaat lain jenis kelamin) dan kemudian mereka menyebar gosip yang sudah dirancang matang terlebih dulu sehingga timbul perpecahan atau ketidakpercayaan pada seseorang.

5. Mengajar & mengubah doktrin
Sedikit demi sedikit mereka mengajarkan doktrin mereka dengan mengubah doktrin yang benar.

6. Menghancurkan kesatuan keluarga
Mereka mengatur sedemikian rupa supaya diantara keluarga tidak terjadi kesatuan. Mereka membuat acara yang dirancang khusus untuk kaum ayah, kaum ibu, kaum remaja dan anak-anak. Pada setiap kaum tersebut mereka merancang perbedaan agar tidak ada kesatuan pandangan.

7. Menghentikan semua ajaran yang benar tentang Iblis
Mereka berusaha menghentikan semua ajaran yang benar Iblis. Mereka dapat merevisi pandangan tersebut dan mereka juga sengaja mengaburkan segala sesuatu tentang Iblis sehingga jemaat Allah menjadi terlena dan masuk dalam perangkapnya.

8. Serangan langsung terhadap anggota utama gereja
Dari sejak semula penganut setan mengamati siapa-siapa dari jemaat yang sungguh-sungguh dalam Allah dan sukar diubah pendiriannya. Apabila setelah beberapa kali dicoba untuk dipengaruhi tetapi tidak dapat diubah, maka mereka membuat rancangan yang lebih jahat yakni menyisihkan atau melenyapkan anggota tersebut dari persekutuan mereka. Hal itu dapat dilakukan dengan serangan fisik maupun serangan yang bersifat gaib (seperti santet).

Kiranya pengungkapan dari Elaine di atas membuat kita sadar bahwa menjelang akhir jaman akan terjadi banyak penyesatan. Karena itu perlu kiranya kita memahami Firman Allah secara benar. Kita tidak boleh secara buta menerima semuanya tanpa melihat sumber yang sesungguhnya yakni Firman Allah.

Astrologi

Astrologi oleh Deny S Pamudji

Astrologi mengalami kemajuan pesat karena didukung oleh media massa. Hampir tidak ada media massa, khususnya majalah dan surat kabar yang tidak memuat astrologi. Sebenarnya apakah astrologi itu dan bolehkah kita mempercayainya?!

Apakah astrologi itu?
Astrologi berasal dari kata aster yang berarti bintang, dan logos yang berarti ilmu. Jadi astrologi ialah ilmu yang mempelajari pengaruh kedudukan bintang-bintang/planet terhadap kehidupan manusia. Sejalan dengan astrologi ialah horoskop. Horoskop berasal dari kata hora yang berarti jam atau waktu, dan skopos yang berarti melihat. Jadi horoskop ialah pengamatan kedudukan planet dan bintang-bintang berdasarkan waktu tertentu (tanggal dan jam kelahiran seseorang) untuk meramalkan kejadian yang akan datang.

Astrologi berasal dari Mesopotamia kemudian menyebar ke Yunani. Setelah mengalami perkembangan pesat melalui Bizantium dan Helenisme, astrologi masuk ke Arab. Astrologi yang masuk ke Barat pada Abad Pertengahan merupakan campuran dari Astrologi Arab dan Kabbalistik Yahudi (Kabbalistik berasal dari kata Kabbala yang berarti tradisi atau ilmu rahasia Yahudi yang mencoba menerangkan Kitab Suci dengan angka-angka atau huruf-huruf ajaib).

Kelahiran astrologi berhubungan erat dengan agama-agama kuno yang memuja matahari, bulan, dan bin-tang sebagai dewa-dewi. Pemujaan itu menimbulkan perhatian yang besar terhadap kedudukan bintang-bintang. Dari perhatian itu ditarik kesimpulan bahwa bintang-bintang bergerak menurut hukum atau pola tertentu. Jika saja kesimpulan itu hanya sampai di sana maka kesimpulan itu benar. Namun rupanya ada kesimpulan lain yang menyesatkan yakni gerak dan perjalanan bintang-bintang mempengaruhi kehidupan manusia.

Cara astrolog bekerja
1. Mula-mula astrolog mengumpulkan data-data seperti menit, jam, hari serta tanggal lahir seseorang.
2. Dari data tersebut dihitung kedudukan bintang dan planet saat orang itu lahir.
3. Adapun penilaian mereka pada dasarnya sebagai berikut :
a. Kedudukan bintang tertinggi menunjukan prestasi orang itu.
b. Bintang/planet yang terbit menunjukan watak orang itu.
c. Bintang yang hampir tenggelam menunjukan kekuatan dan kelemahan, bakat, keahlian dan jodoh.

Astrologi memberikan cara untuk meramal apa yang akan terjadi pada seseorang melalui perhitungan yang mirip ilmiah (pseudo science). Dan karena salah satu sifat manusia ialah ingin tahu maka astrologi amat digemari karena dia seakan-akan memberi jawab kepada manusia yang ingin sekali mengetahui apa yang akan terjadi.

Mengapa astrologi tidak boleh dipercaya?
1. Allah menciptakan matahari, bulan, dan bintang bukan untuk menentukan nasib manusia
Berfimanlah Allah, “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dan malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala. Biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. (Kejadian 1:14-16)

2. Allah menentang kegiatan ramal-meramal dan penyembahan terhadap benda-benda angkasa. Sedang astrologi berasal dari penyembahan terhadap benda-benda angkasa

Hati-hatilah ... jangan engkau mengarahkan matamu ke langit sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan, dan bintang ... engkau disesatkan untuk sujud dan menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan Tuhan, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka. (Ulangan 4:15-19)

Diantaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera ataupun seorang yang bertanya pada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. (Ulangan 18:10-11)

3. Tidak seorang pun dapat mengetahui dengan tepat apa yang akan terjadi
Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.... (Yakobus 4:14)
4. Astrologi merupakan salah satu pekerjaan Iblis dalam usaha membuat manusia tidak mengenal kebenaran Dalam hal ini Iblis memutar balikan Firman Allah yang terdapat dalam Kejadian 1:14-16 dan Pengkotbah 3:1-8. (Catatan : Kegiatan Iblis memutar-balikan Firman Allah dapat dibaca dalam 2 Korintus 11:3 dan Kejadian 3:1-5)

Dunia Roh

Dunia Roh
The Spirit World

oleh Mc Candlish Phillips
disarikan oleh Deny S Pamudji

Mc Candlish Phillips ialah mantan penyunting New York Times dan wartawan majalah Times yang memenangkan hadiah Meyer Berger dari Jurusan Jurnalistik Universitas Colombia. Ia pernah mendapat peng-hargaan karena berhasil mengungkapkan bahwa Daniel Burros, kepala Ku Klux Klan (organisasi rasial yang memusuhi warga kulit hitam) adalah mantan pemimpin Nazi Amerika yang merupakan seorang Yahudi. Buku Dunia Roh merupakan hasil dari penelitian kepustakaan dan pengamat lapangannya. Berikut adalah hasil kesimpulannya yang penting.

Bukanlah suatu kebetulan apabila kegiatan paranormal dan mistik Timur berkembang pesat akhir-akhir ini. Media massa merupakan salah satu penyebab dari makin banyaknya orang tertarik akan ajaran Setan.

Tidak ada jalan yang aman menuju alam rohani selain melihatnya dari Firman Allah karena okultisme atau kebatinan merupakan suatu pintu yang terbuka lebar untuk masuk tetapi sangat sulit untuk keluar daripadanya.

Ada suatu kaitan antara kekerasan atau kriminalitas dengan suatu kegiatan paranormal. Pada tanggal 8 Mei 1970 telah terjadi suatu pengrusakan massal di Wall Street. Kerusuhan tersebut bermula dengan pawai yang berbaris rapi tetapi kemudian pecah menjadi beringas tepat di Wall Street dekat Broadway di mana pada tanggal 14 Maret 1970 diadakan pembacaan mantera vitalitas seks oleh seorang dukun wanita muda yang disaksikan dan diikuti oleh para pekerja sekitarnya.

Ada 4 tahap cara Iblis mengambil suatu negara :
1. Memalingkan iman mereka daripada Allah dan Firman-Nya
2. Menambah kesenangan berbuat dosa
3. Memimpin mereka pada pemujaan yang salah (berhala atau sihir)
4. Menaklukan mereka dalam kekuasaannya.

Pemuasan nafsu seksual, penggunaan obat-obat bius, larut dalam ajaran mistik (Yoga, Transcendal Meditation, Okultisme) merupakan contoh tipu Iblis memikat manusia. Banyak perbuatan aneh, kegemaran baru, mode dan kebiasaan yang sedang disuntikan pada orang-orang muda berasal dari roh jahat. Lagu-lagu rock yang digemari orang-orang muda banyak yang menganjurkan pemuasan nafsu seks, penggunaan obat bius, mabuk-mabukan dan gaya urakan. (Contoh lagu Rolling Stones ‘Let’s Spend the Night Together; Sympathy for Devil)

Pada saat menjelang akhir zaman akan terjadi banyak nubuatan. Namun semua nubuatan harus diuji terlebih dahulu karena banyak nubuatan yang ternyata menipu. Nubuatan yang benar harus sesuai dengan Firman Allah. Selain nubuatan palsu akan juga banyak muncul nabi-nabi palsu.

Pendeta Arthur Ford yang juga medium berhasil meyakinkan uskup James A Pike untuk percaya bahwa dia berhasil mengadakan kontak dengan roh anaknya. Padahal semua kejadian gaib tersebut berasal dari roh jahat yang menyamar sebagai anaknya. Roh jahat itu berhasil menipu uskup Pike dan memalingkan dia daripada ajaran Tuhan.

Allah sangat membenci kejahatan karena kejahatan berusaha membinasakan apa yang diciptakan-Nya. Tujuan Iblis ialah membuat kekacauan moral, spiritual, dan fisik dan menghancurkan sebanyak-banyaknya ciptaan Allah. Iblis mengikut-sertakan manusia dengan menarik perhatian manusia kepada nafsu dan keinginan yang tidak menurut hukum.

Tujuan para malaikat ialah melayani Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya. Malaikat itu melindungi dan menolong manusia yang melayani Allah.

Iblis adalah roh yaitu oknum yang hidup dan inteligen yang tidak tampak kepada mata jasmani. Iblis adalah sang penghulu/penguasa, bertempat tinggal di dunia, Ia aktif bekerja melalui kehidupan orang-orang yang jatuh dalam dosa.

Apabila Iblis tidak dapat menekan Firman Allah, ia menentang Firman Allah itu, menyelewengkannya, mengejeknya, menyebabkannya diterapkan secara salah, dan berusaha sedapat mungkin untuk meniadakan atau membatasi pengaruh yang benar.

Kuasa Tuhan Yesus adalah satu-satunya kuasa yang dapat mengalahkan setan dan mengusirnya. Tidak ada jalan lain yang lebih efektif untuk menghadapi roh-roh jahat. Nama Yesus dan Kuasa-Nya terhadap roh jahat hanya dapat diterapkan dan dilaksanakan oleh orang yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.

Kuasa Iblis tidak dapat dipatahkan sebelum ada seseorang atau sekelompok orang yang mau mengambil risiko dan mempertaruhkan segalanya pada Firman atau kehendak Allah.

Manusia terdiri atas tubuh, roh dan jiwa (1 Tes 5:23). Tubuh ialah bagian luar manusia; jiwa ialah bagian dalam manusia; dan roh ialah bagian yang paling dalam dari manusia. Di dalam roh inilah manusia diberikan Allah kemampuan untuk berhubungan dengan-Nya. Jiwa meliputi pikiran dan kemauan seseorang. Kepribadian seseorang dan perasaan-perasaannya terletak pada jiwanya.

Ada 4 dosa utama di mana setan memperoleh jalan masuk untuk menguasai manusia, yakni :
1. Dosa akibat ketidakpercayaan akan adanya Allah
2. Dosa akibat percaya pada agama palsu atau berhala
3. Dosa akibat terlibat dalam penggunaan alkohol, narkotik, ganja atau obat bius
4. Dosa akibat pencurian, kemarahan, iri hati, hawa nafsu (sifat daging)

Tahapan kegiatan setan terdiri atas tekanan, godaan, dan penguasaan. Tekanan dapat berupa keadaan hati, perasaan, emosi dan juga pikiran. Godaan merupakan tekanan yang diperkuat dan diintensifkan. Tekanan dan godaan yang tidak dapat diatasi akan menghasilkan penguasaan setan pada diri seseorang. Setan dapat menyerang manusia pada saraf, susunan otot, dan pikiran. Seseorang yang dikuasai setan tidak dapat melakukan kehendak Allah dan juga kehendaknya sendiri.

Tri program Iblis untuk orang muda ialah : 1. Ajaran mistik/gaib dari Timur; 2. Obat bius, LSD, ecstasy; 3. Zinah atau seks bebas. Obat bius tertentu (seperti Peyote) dapat membawa pemakai masuk dalam kerajaan setan. Obat bius mempunyai kuasa menghentikan pengendalian akan panca indera. Kehilangan kuasa untuk mengendalikan panca indera ini dapat digunakan roh jahat untuk masuk ke dalam tubuh pemakai obat bius dan mengendalikan diri si pemakai sehingga dia menjadi terlena dalam halusinasi atau dunia khayalnya.

Iblis tampaknya telah berhasil dalam menciptakan gambaran bahwa hidup di dalam Allah dan melakukan kehendak-Nya merupakan hidup yang monoton dan tidak ada suka cita. Gambaran seperti ini terjadi karena dalam ajaran agama palsu ataupun berhala, Iblis menuntut kedisiplinan dari pemeluk atau pengikutnya. Mereka diharapkan untuk hidup dengan penuh aturan dan keterikatan. Padahal apabila kita hidup di dalam Allah yang benar, kita hidup dengan kemerdekaan dan suka cita. (Yoh 8:31-2 ; Yak 1:17; Mzm 84:12)

Popular Posts