Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari
pada kesukaran. (Ams 21: 23)
Dari mulut dan lidah keluar perkataan dan perkataan itu
sebenarnya keluar dari luapan hati yang sudah penuh. Jika hati kita tidak benar
maka yang keluar di dalam perkataan juga tidak benar begitu sebaliknya jika
hati kita benar maka perkataan kita benar.
Sebelum berkata-kata hendaklah kita mempertimbangkan dahulu
apakah perkataan kita berguna bagi orang lain atau tidak. Jika yang keluar dari
mulut kita tentang ' nama binatang di kebun binatang', sumpah serapah, gosip
maka itu berarti kita masih hidup di dalam kedagingan.
Kita tahu bahwa perkataan kita mempunyai kuasa mencipta.
..." Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam
hatimu. "( Rm 10: 8) . Oleh karena itu pakailah mulut dan lidah kita untuk
kemuliaan Tuhan. Baiklah mulut kita dipakai untuk :
"Mulutku penuh dengan puji- pujian kepada-Mu, dengan
penghormatan kepada-Mu sepanjang hari" ( Mzm 71: 8)
" Mulutku akan menceritakan keadilan- Mu dan
keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat
menghitungnya."
Hiduplah dengan apa yang firman Tuhan katakan karena dengan
begitu kita akan selamat. Tuhan Yesus memberkati!
Sumber : Rina Adhisurya